Nona Rona, Brand Lokal dengan Sentuhan Budaya dan Kreativitas​

  • 17 Feb 2025 15:56 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Di tengah pesatnya perkembangan industri fashion di Indonesia, Nona Rona hadir sebagai UMKM yang menggabungkan kreativitas dan inovasi dalam desainnya. Didirikan saat pandemi COVID-19, brand ini muncul sebagai bentuk ekspresi seni dan harapan di masa sulit. Dengan konsep fashion modern yang tetap mengusung identitas budaya lokal, Nona Rona semakin dikenal dan berkembang baik di pasar nasional maupun internasional.

Nona Rona didirikan oleh Faustine Arthaputri dan Stephane Indrajaya, dua sahabat lama yang memiliki latar belakang di dunia tekstil dan fashion. Stephane, yang berperan dalam mengelola bisnis dan kerja sama (MOU), menggandeng Faustine sebagai Direct Creative Designer untuk menciptakan desain unik bagi Nona Rona.

"Jadi, kita teman lama satu circle. Aku ajak Faustine buat bikin bisnis ini karena kita sama-sama bergulat di dunia tekstil. Kebetulan di workshopku ada printer kain, jadi kita bikin print sendiri dengan tema kekinian," ujar Stephane pada wawancara Sore Ceria bersama Desi pada (14/02/2025).

Nama Nona Rona sendiri dipilih dengan makna mendalam. "Kami ingin nama yang Indonesia banget dan mencerminkan perempuan. 'Rona' diambil karena karya print ini membawa warna di masa COVID-19, jadi kami beri nama Nona Rona sebagai simbol karya wanita Indonesia yang memberikan warna," tambahnya. Nona Rona punya tagline “Muda itu soal Jiwa bukan Usia” yang mencerminkan semangat brand ini dalam menciptakan fashion yang dinamis dan relevan untuk berbagai kalangan.

Nona Rona menawarkan produk fashion dengan motif print eksklusif yang dibuat sendiri. Menggunakan teknologi printing kain dari workshop mereka, setiap koleksi memiliki desain khas yang mengikuti tren tanpa meninggalkan unsur budaya Indonesia.

Produk fashion Nona Rona sangat lengkap, mulai dari atasan, bawahan, hingga aksesori seperti topi, tote bag, dan scarf. Salah satu inspirasi desain mereka adalah mengangkat budaya Indonesia dalam gaya yang lebih modern. "Desain motif yang diambil terinspirasi dari Indonesia, seperti motif kucing naik becak. Ini terinspirasi dari fenomena setelah COVID, saat orang-orang kembali jalan-jalan. Jadi, kami buat ilustrasi kucing traveling naik becak ke Raja Ampat," ujar Faustine.

Selain produk dengan motif print, Nona Rona juga memiliki koleksi dengan desain warna polos yang bisa dipadupadankan untuk memastikan motif print tetap stand out. Produk best seller mereka adalah jaket dan blazer.

Didirikan di masa pandemi, Nona Rona menghadapi tantangan besar dalam membangun bisnis. Namun, dengan kreativitas dalam desain dan strategi pemasaran yang tepat, mereka berhasil menarik perhatian pelanggan dan terus berkembang. Dengan adanya persaingan ketat di industri fashion, mereka fokus pada kualitas produk, desain unik, dan pendekatan branding yang kuat untuk tetap relevan di pasar.

Nona Rona sering mendapatkan feedback dari pelanggan melalui desain mereka. "Banyak yang post dan tag Instagram kita saat menggunakan Nona Rona waktu traveling di Indonesia," ujar Faustine. Bahkan, banyak selebriti mengenakan produk mereka untuk film, konser, atau sekadar diposting di media sosial tanpa diminta oleh pihak Nona Rona. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membantu branding mereka semakin kuat. Banyak pelanggan juga datang ke store mereka untuk melihat detail print yang unik secara langsung.

Selain itu, saat ini Nona Rona sedang mengembangkan beberapa sample untuk vest. "Untuk Lebaran, tidak semua orang ingin memakai dress. Kami ingin menghadirkan outer seperti vest yang simple namun tetap stylish untuk acara keluarga," ujar Stephane. Mereka memberikan spoiler bahwa produk vest ini akan diluncurkan pada bulan Maret.

Ke depan, Nona Rona berencana untuk memperluas pasar, baik secara nasional maupun internasional. Mereka juga berupaya untuk menghadirkan inovasi produk baru yang tetap mempertahankan ciri khas desain mereka. Dengan semakin berkembangnya industri fashion lokal, Nona Rona ingin terus menjadi bagian dari gerakan fashion yang tidak hanya stylish, tetapi juga bermakna dan berkonsep sustainable.

Dalam membangun bisnis, Stephane memberikan pesan inspiratif kepada para pengusaha muda. "Jangan terburu-buru dalam berbisnis. Banyak opportunities, tapi yang penting adalah melek terhadap originality dan signature style, karena itu penting agar orang bisa mengingat dan produk kita tetap eye-catching untuk ke depannya," ujarnya.

Sebagai UMKM fashion lokal yang terus berkembang, Nona Rona membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dapat membawa sebuah brand ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan desain eksklusif, kualitas produk yang terjaga, serta strategi bisnis yang matang, Nona Rona siap menjadi salah satu brand fashion lokal yang mendunia.

Produk yang dijual all size, dengan harga yang sangat affordable, mulai dari Rp199.000 hingga Rp600.000.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang koleksi terbaru mereka, Anda dapat mengikuti akun Instagram @nonarona.official atau mengunjungi store mereka secara langsung untuk merasakan pengalaman berbelanja yang lebih eksklusif. (Rachel Fauziyah Taupiq _Politeknik Negeri Media Kreatif)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....