Jumlah UMKM di Malut 2024, Usaha Mikro Capai 95 Persen
- 27 Jan 2025 16:12 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data terbaru Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 194.996 UMKM tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Dari total tersebut, usaha mikro mendominasi dengan persentase 95 persen, diikuti usaha kecil sebesar 4 persen, dan usaha menengah sebanyak 2 persen.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Wa Zaharia, menyebutkan bahwa pihaknya terus memperbarui data perkembangan UMKM dan memastikan program pemberdayaan berjalan maksimal untuk meningkatkan produktivitas para pelaku usaha.
Kota Ternate tercatat sebagai wilayah dengan jumlah UMKM tertinggi, yakni mencapai 69.742 unit usaha. Sementara itu, Halmahera Selatan berada di urutan kedua dengan 48.729 unit usaha, dan Kota Tidore Kepulauan di posisi ketiga dengan 15.860 unit usaha.
Adapun rincian UMKM di kabupaten/kota lainnya adalah:
- Halmahera Barat: 20.465 unit usaha
- Halmahera Tengah: 8.200 unit usaha
- Halmahera Utara: 7.038 unit usaha
- Halmahera Timur: 4.963 unit usaha
- Pulau Morotai: 6.909 unit usaha
- Pulau Taliabu: 3.085 unit usaha
- Kepulauan Sula: 10.005 unit usaha
"Total tenaga kerja yang terserap dari seluruh UMKM di Maluku Utara mencapai 584.988 orang,"ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Malut, Wa Zaharia kepada rri.co.id, Senin (27/1/2025).
Dilihat dari sektor usaha, perdagangan mendominasi dengan kontribusi sebesar 54 persen dari total UMKM. Sektor jasa menyusul dengan 21 persen, diikuti sektor aneka usaha 11 persen, pertanian 7 persen, perikanan 5 persen, dan industri 2 persen.
Kota Ternate kembali mencatat jumlah tertinggi dalam sektor perdagangan, yaitu 35.490 unit usaha, sementara sektor jasa juga banyak ditemukan di kota ini dengan 27.845 unit usaha.
Pemprov Maluku Utara melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terus mendukung pengembangan UMKM dengan berbagai program pemberdayaan.
"Kami terus mendorong pelaku usaha agar lebih produktif dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun nasional," ujar Wa Zaharia.
Program pemberdayaan tersebut mencakup pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, hingga fasilitasi pemasaran produk. UMKM diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi Maluku Utara sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....