PSSI Lamongan Tingkatkan Kompetensi Insan Sepakbola Hadapi Regulasi

  • 18 Jul 2026 18:21 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - PSSI Lamongan terus memperkuat kualitas pembinaan sepak bola usia dini dengan meningkatkan pemahaman regulasi bagi seluruh insan sepak bola. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyegaran pemahaman regulasi dan pembinaan yang digelar di Ruang Rapat Sasana Nayaka, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Sabtu 18 Juli 2026.

Kegiatan ini diikuti wasit, match commissioner, pelatih, pemain, serta perwakilan klub dan sekolah sepak bola (SSB) se-Kabupaten Lamongan. Mereka mendapatkan pembaruan mengenai perkembangan regulasi sepak bola sekaligus menyamakan persepsi dalam proses pembinaan atlet muda.

Sejumlah praktisi sepak bola nasional hadir sebagai narasumber, yakni Match Commissioner Super League Cahyanto, Match Commissioner Championship Firman Andik Saputro, wasit Super League Agung Setiawan, serta pelatih berlisensi AFC A Didik Ludianto. Materi yang disampaikan meliputi Laws of the Game (LOTG), pemahaman aturan pertandingan, pembinaan karakter dan nilai-nilai dasar olahraga, hingga regulasi Youth Elite Soccer League dan Piala Soeratin.

Ketua PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman seluruh elemen sepak bola terhadap perubahan regulasi yang terus berkembang.

"Hari ini kita belajar bersama dan berdiskusi mengenai perubahan-perubahan aturan sepak bola. Perkembangan yang ada harus kita respons dan ikuti. Harus ada kesepahaman antara wasit, pelatih, pemain, maupun seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.

Menurut Yunan, kesamaan persepsi menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim pembinaan yang sehat dan profesional, khususnya bagi pemain usia dini. Ia menegaskan, seluruh pihak harus mengesampingkan kepentingan masing-masing dan berfokus pada tujuan bersama, yakni melahirkan pesepak bola Lamongan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Tidak ada kepentingan A, B, atau C. Kepentingan kita hanya satu, bagaimana pembinaan sepak bola usia dini di Lamongan berjalan dengan baik sehingga anak-anak dapat berkembang dan suatu saat mampu bermain di level nasional bahkan internasional," katanya.

Yunan menjelaskan, PSSI Lamongan saat ini memfokuskan pembinaan pada kelompok usia 10, 12, 14, hingga 17 tahun melalui kompetisi berjenjang. Beberapa ajang yang rutin digelar antara lain Liga Anak Megilan, Youth Elite Soccer League, Lamongan Super League, turnamen pelajar, hingga Piala Soeratin. Menurutnya, kompetisi yang berkesinambungan menjadi wadah penting bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk mental bertanding.

"Kami berharap beberapa tahun ke depan hasilnya bisa kita rasakan. Saat ini fokus kami adalah memupuk dan mendidik pemain sejak usia dini melalui kompetisi yang berkelanjutan," ujarnya.

Yunan menambahkan, sepak bola modern tidak hanya menuntut kemampuan teknik, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi pertandingan. Kesamaan pemahaman aturan diyakini dapat meminimalkan kesalahpahaman di lapangan dan menciptakan pertandingan yang adil serta profesional.

Dalam kesempatan itu, PSSI Lamongan juga memberikan apresiasi kepada klub dan sekolah sepak bola yang selama ini konsisten melakukan pembinaan usia dini. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari peran aktif klub dan SSB sebagai ujung tombak pencetak talenta muda.

Komitmen tersebut telah melahirkan sejumlah pemain yang berkiprah di level profesional, di antaranya almarhum Choirul Huda, Taufiq Kasrun, Dendy Sulistyawan, Ahmad Nur Hardianto, Birrul Walidain, Rizki Putra Utomo, hingga Muhammad Affani Ubaidillah.

"Kami mengapresiasi teman-teman klub dan SSB yang tidak pernah lelah melakukan pembinaan. Tanpa peran mereka, PSSI Lamongan tentu tidak bisa berbuat banyak. Semoga apa yang selama ini dilakukan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan bersama," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....