PSSI Lamongan Perkuat Pembinaan Usia Dini, Hadirkan Liga Baru

  • 03 Apr 2026 12:43 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - PSSI Kabupaten Lamongan terus melakukan transformasi dalam pembinaan pesepakbola usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kompetisi berjenjang serta peluncuran sistem digital untuk mendukung tata kelola yang lebih modern dan terstruktur.

Memasuki tahun 2026, PSSI Lamongan resmi menambah kategori baru kelompok usia U-14 melalui kompetisi bertajuk Youth Elite Soccer League. Kehadiran liga ini melengkapi dua kompetisi yang telah lebih dulu berjalan, yakni Liga Anak Megilan untuk kategori U-10 dan U-12, serta Turnamen Pelajar.

Ketua PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi mengatakan bahwa seluruh kompetisi tersebut dirancang sebagai wadah pembinaan berkelanjutan bagi talenta muda di Lamongan. “Pada tahun 2026 ini, kami menggelar tiga turnamen usia dini, yakni Youth Elite Soccer League untuk U-14 yang baru pertama kali digelar, kemudian Liga Anak Megilan, dan Turnamen Pelajar yang sudah memasuki musim kedua,” ujarnya, Jumat 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, peserta Liga Anak Megilan dan Youth Elite Soccer League berasal dari berbagai klub dan sekolah sepak bola (SSB) di Lamongan. Sementara itu, Turnamen Pelajar diikuti oleh lembaga pendidikan, sehingga membuka peluang bagi siswa yang belum tergabung dalam SSB maupun klub.

“Turnamen Pelajar ini penting, karena menjadi ruang bagi bibit-bibit pemain yang belum terakomodasi di SSB,” tuturnya.

Dari sisi persiapan, PSSI Lamongan telah memulai tahapan awal, termasuk proses pengundian (drawing) peserta. Jadwal pertandingan, kata Yunan, akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Tak hanya fokus pada kompetisi, PSSI Lamongan juga melakukan inovasi dengan meluncurkan sistem digital bernama SIP LA (Sistem Informasi PSSI Lamongan). Platform ini berfungsi untuk mengintegrasikan data pemain secara terpusat, mulai dari proses pendaftaran hingga administrasi lainnya.

“SIP LA ini konsepnya mirip dengan sistem SIAP milik PSSI. Semua data pemain nantinya akan terdokumentasi dengan baik dalam satu sistem,” ujarnya.

Menurut Yunan, kehadiran SIP LA menjadi langkah maju dalam meningkatkan profesionalitas pengelolaan sepak bola di tingkat daerah. Ia bahkan menyebut, hingga saat ini belum ada kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki sistem serupa.

“Dengan kombinasi kompetisi berjenjang dan dukungan sistem digital, kami berharap kualitas pembinaan sepak bola di Lamongan bisa meningkat secara berkelanjutan,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....