Harga Ikan Anjlok, Dinas Perikanan Lamongan Serukan Progam Gemarikan
- 29 Nov 2023 11:32 WIB
- Tuban
KBRN, Tuban: Pimpinan Rating Muhammadiyah Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan selenggarakan talk show dengan mengusung tema 'BBM Langka, Harga Ikan Turun, Masyarakat Nelayan Bingung'. Selasa, (28/11/2023) di Aula Mim 04 Blimbing.
Kegiatan ini menghadirkan narsumber dari Dinas Perikanan, Disperindag, Insprektorat Kabupaten Lamongan dan PT Pertamina Regional Jatimbalinus. Selain itu juga beberapa panelis seperti Asosiasi Pedagang Ikan Lamongan (Aspila), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), dan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu).
Yuli Wahyuono, selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mengatakan bahwa turunnya harga ikan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, Bahkan di seluruh dunia yang diakibatkan dari adanya perang Ukraina dan Rusia.
Selain itu, hasil panen yang melimpah juga menjadi penyebab turunnya harga ikan, dikarenakan Unit Pengolah Ikan (UPI) tidak dapat melakukan ekspor ke luar negeri. " pasar ikan yang ada di eropa dan amerika juga melimpah. Dan ini tidak bisa diselesaikan oleh Bupati maupun Gubernur, yang bisa hanyalah Pemerintah Pusat " jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Yuli serukan kembali progam Gemarikan 'Gemar Makan Ikan' agar diterapkan di lingkungan keluarga hingga sekolah. Selain mengandung gizi baik, harga ikan juga relatif murah untuk bisa dikonsumsi setiap hari.
Sehingga diharapkan, kebutuhan konsumsi ikan di dalam negeri juga dapat meningkat. Menurutnya, Indonesia masih sangat rendah terkait kesadaran mengkonsumsi ikan, yakni hanya sebesar 30 persen dibanding negara lain yang bisa mencapai angka 100 persen. Hal ini sangat disayangkan, padahal realitanya Indonesia juga memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Yuli menambahkan, bahwa hasil tangkapan ikan di pesisir pantura Lamongan telah overload, hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya kapal yang terus bertambah hingga melebihi kuota. " kita akan melakukan pendataan kembali terkait data pemilik kapal maupun perahu, sehingga usulan yang diberikan masyarakat dapat sesuai. Semakin lama kuota berkurang, namun semakin lama juga banyak kapan atau perahu yang bertambah, ini bukan persoalan yang mudah untuk diselesaikan " tambahnya.
Dalam kesempatan ini, ia sampaikan bahwa butuh untuk dilakukan kerjasama dan kolaborasi antar OPD.
Ditanya terkait kurangnya relasi pabrik, Yuli sampaikan bahwa pabrik yang ada di Kecamatan Paciran sudah cukup banyak, dan beberapa hasil tangkapan ikan juga telah disupplay oleh pabrik lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....