Harga Ikan Air Tawar di Lamongan Anjlok saat Panen Raya

  • 27 Apr 2026 12:39 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Memasuki puncak musim panen raya, harga ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan petani tambak dan pedagang karena melimpahnya pasokan tidak sebanding dengan daya serap pasar.

Berdasarkan pantauan di lokasi penurunan harga terjadi pada hampir seluruh komoditas ikan air tawar, terutama jenis mujair dan tombro. Harga ikan mujair yang biasanya berada di kisaran Rp18.000 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp8.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, mengatakan anjloknya harga disebabkan oleh kelebihan pasokan atau oversupply saat panen raya berlangsung. “Bahkan jika sudah siang hari, harga mujair bisa turun lagi hingga Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram. Ini karena banyaknya ikan yang masuk, sementara pengepul tidak mampu menyerap semuanya,” ujarnya, Senin 27 April 2026.

Ia menegaskan, pihak pengelola pasar tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga jual. Menurutnya, harga sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar antara petani dan tengkulak.

“Kami hanya menyediakan fasilitas transaksi. Soal harga itu murni kesepakatan antara penjual dan pembeli,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tengkulak, Gita Dwi Amelia, menyebutkan penurunan harga paling terasa pada komoditas mujair dan tombro. Ia mengungkapkan, dalam sepekan terakhir harga terus merosot.

“Untuk mujair sekarang hanya Rp8.000 sampai Rp12.000 per kilogram. Tombro juga paling tinggi Rp12.000 sampai Rp13.000, padahal biasanya jauh lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Gita, kondisi ini diperparah oleh dampak cuaca buruk dan banjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah tambak. Hal tersebut memengaruhi kualitas dan ukuran ikan yang dipanen.

“Petani sudah kena dampak banjir, ikan tidak tumbuh maksimal. Saat panen, harga justru turun. Ini tentu membuat petani sangat terpukul,” tuturnya.

Para pedagang memperkirakan harga ikan air tawar akan kembali naik menjelang akhir tahun, sekitar November hingga Desember, ketika pasokan mulai berkurang. Pada periode tersebut, harga ikan seperti bandeng bahkan bisa menembus Rp40.000 per kilogram.

Saat ini, para petani tambak hanya berharap kondisi cuaca segera membaik dan harga ikan di pasaran kembali stabil, agar kerugian tidak semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....