Panen Raya Padi-Bawang Melimpah, Petani Lamongan Sumringah

  • 15 Sep 2026 13:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Panen raya padi dan bawang merah di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa, 15 September 2026, menjadi gambaran positif produktivitas pertanian sekaligus memberi optimisme bagi petani. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, hasil panen padi maupun bawang merah tahun ini cukup menggembirakan.

Produktivitas padi dari sejumlah varietas bahkan mencapai lebih dari 11,5 ton per hektare dan diperkirakan menembus 12 hingga 12,5 ton per hektare. “Alhamdulillah ini salah satu panen raya di Kecamatan Babat, khususnya di Desa Truni. Ada yang spesial hari ini, karena selain padi juga ada bawang merah sekitar dua hektare,” kata Yuhronur.

Menurutnya, kondisi pengairan menjadi salah satu keunggulan Desa Truni karena lokasinya dekat dengan Bengawan Solo. Petani dapat menanam sepanjang tahun tanpa harus bergantung pada musim hujan.

Pemkab Lamongan terus memberikan dukungan melalui pembangunan irigasi, perpompaan, jalan usaha tani hingga fasilitas pertanian lainnya. Pemerintah juga akan menindaklanjuti aspirasi petani terkait pembangunan tanggul untuk memperkuat sistem pengairan.

“Setelah panen jangan lama-lama, segera tanam lagi. Karena di sini tidak ada kesulitan, tidak perlu menunggu musim hujan,” ujarnya.

Bupati Yuhronur menambahkan, bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan juga terus diperkuat untuk mengantisipasi kekeringan. Hingga kini, sekitar 270 unit pompa telah tersedia di Lamongan untuk mendukung musim tanam.

Sementara itu, petani bawang merah Desa Truni, Marmin, mengatakan harga bawang merah tahun ini masih cukup menguntungkan meski tidak terlalu tinggi. “Alhamdulillah masih dapat untung. Harganya tidak terlalu mahal, tidak terlalu rendah, pokoknya stabil,” ujar Marmin.

Budidaya bawang merah di lahan hampir dua hektare tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Saat panen, Marmin menyebut sekitar 15 orang per hari dapat terserap sebagai tenaga kerja.

Petani bawang Desa Truni saat panen raya bawang (Foto: RRI/Reggie)

Ia berharap pemerintah terus membantu petani, terutama dalam penyediaan bibit dan pemasaran hasil panen. Menurutnya, kepastian harga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Yang dibutuhkan itu kepastian harga. Kalau saat panen harganya bagus, petani juga bisa lebih sejahtera,” tuturnya.

Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Kabupaten Lamongan sekaligus pengurus FK P4S Provinsi Jawa Timur, Bambang Supriyanto menegaskan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani dalam mendorong modernisasi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, P4S Lamongan terus fokus memberikan pelatihan kepada petani dengan menggandeng kelompok tani (poktan), pemerintah, pihak swasta maupun melalui kegiatan swadaya. Peningkatan kemampuan petani dinilai menjadi bagian penting karena modernisasi teknologi pertanian harus diimbangi dengan SDM yang mampu mengoperasikan dan menerapkannya di lapangan.

“Dalam rangka swasembada pangan, jangan lupa meningkatkan sektor peningkatan SDM petani. Karena tanpa peningkatan SDM petani, yang namanya swasembada pangan sulit dicapai,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, edukasi yang dilakukan P4S tidak hanya menyasar teknik penanaman, tetapi juga mencakup seluruh tahapan budidaya untuk meningkatkan kemampuan petani. Program pelatihan tersebut telah dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan, baik melalui kegiatan berbayar yang difasilitasi Dinas Pertanian maupun pemerintah desa, maupun pelatihan yang dilaksanakan secara mandiri oleh P4S.

“Respon petani baik sekali. P4S mengedepankan edukasi, sesuatu yang pernah kita sampaikan kepada teman-teman kelompok tani di Lamongan,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak petani yang mendapatkan akses pelatihan sehingga mampu mengadopsi teknologi pertanian dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....