Magang KDKMP di Lamongan Berakhir, Pengurus Dibekali Pengelolaan Koperasi

  • 30 Agt 2026 15:02 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi ruang bersama untuk mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi desa. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu diperkuat melalui kegiatan magang bagi pengurus KDKMP sektor serba usaha yang berlangsung selama delapan hari di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Program tersebut resmi ditutup pada Sabtu malam 29 Agustus 2026.

Sebanyak 54 pengurus KDKMP dari 31 provinsi mengikuti program tersebut. Para peserta mendapatkan pembelajaran langsung melalui studi kunjungan dan praktik kerja di unit-unit usaha koperasi, sehingga tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman dalam menjalankan koperasi secara profesional.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, mengatakan kegiatan magang menjadi kesempatan bagi pengurus untuk membawa pulang pengalaman nyata dalam pengelolaan koperasi.

"Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing," katanya.

Menurut Destry, keberhasilan program tidak cukup diukur dari kehadiran peserta selama delapan hari. Hal yang lebih penting adalah adanya langkah nyata setelah para pengurus kembali ke daerah masing-masing.

"Keberhasilan kegiatan magang tidak hanya diukur dari kehadiran selama kegiatan berlangsung, melainkan dari langkah nyata yang lahir setelah peserta kembali ke daerah," ujarnya.

Selama magang, peserta mendapatkan materi mengenai regulasi, strategi kebijakan, prinsip dan penerapan tata kelola koperasi yang baik, hingga koordinasi antara pengurus dan pengelola. Materi juga mencakup penguatan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, identifikasi potensi usaha, inovasi, serta pengelolaan keuangan dan strategi permodalan.

Selain itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai kolaborasi, inkubasi, pengembangan circular business, ekosistem bisnis berkelanjutan, penyusunan proposal bisnis, evaluasi, hingga mitigasi risiko. Seluruh pembelajaran dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pembekalan materi dan studi kunjungan serta praktik langsung atau on the job training.

Destry menilai pengurus menjadi fondasi utama dalam membangun KDKMP yang sehat dan kuat. Karena itu, pengurus dituntut memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta semangat kewirausahaan agar koperasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkoperasian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, Yusup Efendi, menyebut Lamongan menjadi daerah dengan jumlah KDKMP terbanyak yang telah terbangun secara fisik di Indonesia, yakni mencapai 317 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 unit pada tahap pertama telah mulai beroperasi. Menurut Yusup, besarnya jumlah KDKMP di Lamongan sekaligus menjadi tantangan, terutama dalam memastikan kesiapan pengurus menjalankan operasional koperasi.

"Dari jumlah tersebut, tahap pertama sebanyak 90 unit telah mulai beroperasi. Keberadaan KDKMP yang jumlahnya paling banyak di Lamongan membawa tantangan tersendiri," tuturnya.

Meski masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kesiapan pengurus, respons masyarakat terhadap keberadaan KDKMP dinilai sangat positif. Hal itu terlihat dari aktivitas penjualan sejumlah koperasi yang mulai mendapat sambutan masyarakat.

Yusup mencontohkan salah satu KDKMP di Lamongan yang pada masa peluncuran awal mampu mencatat omzet hingga Rp14 juta dalam sehari. Produk yang paling banyak dibeli masyarakat antara lain kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji.

Ia optimistis berbagai kendala yang saat ini masih dihadapi dapat diselesaikan secara bertahap seiring semakin matangnya tata kelola koperasi di tingkat desa. Dengan pengurus yang kompeten dan dukungan ekosistem usaha, KDKMP diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....