Semarak Pesona UMKM Lamongan, Mulai Kompetisi Barista hingga Fun Run

  • 15 Agt 2026 18:21 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para pelaku UMKM Lamongan tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan talenta yang mereka miliki melalui Pesta Hari UMKM Lamongan (Pesona). Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan di Lapangan Gajahmada, Sabtu 15 Agustud 2026 itu menghadirkan beragam produk unggulan dari sejumlah kecamatan, Barista Competition hingga 5K Fun Run UMKM.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengaku terkesan melihat banyaknya talenta barista yang muncul dalam kegiatan tersebut. Mereka dinilai tidak hanya mampu meracik kopi, tetapi juga mengikuti selera konsumen dengan menghadirkan cita rasa kekinian.

"Ternyata luar biasa banyak sekali talenta barista di Lamongan ini. Mereka setiap hari juga sudah meracik kopi dengan rasa-rasa yang kekinian," ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi gambaran bahwa UMKM Lamongan memiliki ruang besar untuk berkembang. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan wadah agar pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya sekaligus meningkatkan kualitas.

Menurut Pak Yes sapaan akrabnya, Pesona memang dirancang bukan hanya sebagai kegiatan hiburan dalam menyambut HUT Kemerdekaan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dengan masyarakat dan pasar.

Pemkab Lamongan juga terus mendorong produk lokal agar mampu menembus jaringan toko modern seperti Alfamart dan Indomaret. Bahkan, sekitar 10 produk UMKM telah mendapatkan peluang untuk masuk ke pasar tersebut.

"Event Pesona ini memang kita ciptakan untuk itu, sehingga para UMKM punya wadah dan kesempatan menunjukkan kepada masyarakat bahwa UMKM ini terus eksis, bahkan terus meningkatkan kualitas maupun rasa produknya," katanya.

Lomba Barista Competition rangkaian Pesona UMKM Lamongan (Foto: RRI/Reggie)

Kiki Aditya Sahara, peserta Barista Competition dari Cafe Skala Lamongan menuturkan, kompetisi brewing kali ini menjadi pengalaman pertamanya. Meski sempat nervous hingga gemetar, Kiki mampu melewati tahapan awal dan memastikan langkahnya berlanjut ke babak berikutnya.

"Kebetulan kompetisi ini baru pertama kali brewing. Tadi nervous, gemetar. Alhamdulillah saya lolos di tahap berikutnya," ujar Kiki.

Menurutnya, tantangan dalam kompetisi masih dapat diatasi. Terlebih, waktu yang diberikan selama delapan menit dinilai cukup untuk menyiapkan dan menyajikan racikan kopi dengan baik.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru membuat Kiki semakin tertarik mengikuti kompetisi serupa. Ia mengaku tidak akan kapok dan siap kembali berkompetisi jika ada kesempatan berikutnya. "Kalau ada kompetisi pasti saya ikut lagi," tuturnya.

Bupati berharap ramainya masyarakat yang datang tidak berhenti pada kemeriahan acara. Interaksi antara masyarakat dan pelaku UMKM diharapkan berujung pada transaksi, sehingga perputaran ekonomi ikut bergerak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....