Unirow Tuban Siap Kembangkan Desa Pliwetan Menjadi Wisata Edukasi Garam Modern

  • 11 Agt 2026 18:00 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Desa Pliwetan yang terletak di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, bersiap bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan baru. Melalui program Desa Wisata Edukasi Tambak Garam (Edu-Salina), desa ini mengintegrasikan potensi lokal pergaraman dengan sektor pariwisata edukatif berbasis pengalaman (experiential tourism).

‎Inisiatif strategis ini merupakan hasil karya dari tim pengabdian kepada masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban yang diketuai oleh Suwarsih, lewat skema Pemberdayaan Desa Binaan. Fokus utama program ini adalah memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar mampu mengelola destinasi secara mandiri.

‎Sebagai langkah awal, tim pengabdian tengah merancang peta jalur wisata informatif yang memandu wisatawan menelusuri proses pembuatan garam dari hulu ke hilir. Sriwulan, anggota tim yang membidangi paket wisata, menyampaikan bahwa peta tersebut didesain menarik secara visual dan dilengkapi penanda arah yang jelas.

‎‎"Kami sedang menyusun peta jalur wisata yang informatif sekaligus menarik secara visual. Peta ini akan dilengkapi penanda jalur dan titik-titik edukasi sehingga pengunjung dapat mengikuti proses produksi garam dengan lebih mudah dan nyaman," ujar Sriwulan, Selasa ,11 Agustus 2026.

‎Destinasi ini nantinya akan menawarkan lima titik informasi utama bagi para pengunjung, meliputi area pengambilan air laut, sistem filtrasi, penerapan teknologi Evaporator Cepek terintegrasi Geodesic Dome. Selain itu, workshop atau pelatihan produk garam bernilai tambah, seperti garam spa dan blue salt.

‎‎"Konsep ini dirancang kekinian, menggabungkan unsur edukasi, pengenalan teknologi modern, serta spot-spot menarik yang ramah swafoto (instagramable)," tambahnya.

‎Tidak hanya fokus pada pembangunan sarana fisik, penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi prioritas penting dalam program ini. Sulistyani Eka Lestari, yang membidangi aspek kelembagaan, menuturkan bahwa pihaknya akan merekrut sekitar enam hingga sepuluh pemuda desa beserta pengurus BUMDes.

‎Para pemuda terpilih ini akan mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari kemampuan memandu wisata (guiding), manajemen destinasi, pelayanan prima, teknik dokumentasi, hingga strategi promosi digital. Harapannya, lahir kader pengelola wisata yang tangguh dan berkelanjutan di Desa Pliwetan.

‎Langkah inovatif ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Pliwetan, Ahmad Hamada. Selama ini, perekonomian warga setempat bertumpu sepenuhnya pada sektor produksi garam tradisional.

‎‎Dengan hadirnya program Edu-Salina, ia optimis akan lahir sumber-sumber ekonomi kreatif baru. "Selama ini sebagian besar pendapatan masyarakat berasal dari usaha garam. Dengan adanya wisata edukasi beserta layanan pemandu dan produk turunannya, kami berharap muncul sumber pendapatan baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Ahmad Hamada.

‎Terwujudnya program transformatif ini juga tidak lepas dari dukungan pendanaan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendanaan tersebut disalurkan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dengan ruang lingkup Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung kinerja tim pengabdian Unirow Tuban.

‎‎Melalui perpaduan teknologi pengolahan garam mutakhir dan pariwisata edukatif, Desa Pliwetan kini siap melangkah mantap menjadi ikon destinasi wisata baru yang membanggakan di Kabupaten Tuban. "Melalui pengembangan inovasi ini kami sangat berharap dapat membantu perputaran ekonomi masyarakat, dan memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat yang datang untuk berwisata," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....