Momen Agustusan, Pengusaha Produksi dan Sewa Kostum Karnaval Kebanjiran Pesanan

  • 08 Agt 2026 18:13 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Salah satunya Wijayanti, pelaku usaha penyewaan dan pembuatan kostum adat serta kostum karnaval di Perumahan Griya Permata Nusantara, Lamongan kota, yang mulai kebanjiran pesanan.

Memasuki Bulan Kemerdekaan, permintaan kostum untuk berbagai kegiatan karnaval mengalami peningkatan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, tren kostum yang diminati masyarakat kini tidak lagi sebatas pakaian adat konvensional, tetapi bergeser ke kostum karnaval dengan desain unik dan atraktif.

Wijayanti mengatakan, kostum bertema replika hewan menjadi salah satu yang banyak diminati. Beberapa di antaranya berbentuk burung merpati hingga burung enggang. Kostum adat pun kini banyak dimodifikasi menjadi konsep semi-karnaval agar tampil lebih megah dan menarik saat digunakan dalam parade.

“Sekarang yang lebih diminati justru kostum yang wow. Bukan lagi kostum biasa, tetapi sudah mengarah ke replika dan semi-karnaval,” ujarnya, Sabtu 8 Agustus 2026.

Dari sisi pelanggan, sekitar 80 persen pemesan berasal dari lembaga. Sementara permintaan dari wilayah pedesaan disebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yang diduga berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Sebaliknya, pesanan dari lembaga justru mengalami peningkatan sekitar 40 persen.

Menjelang pelaksanaan berbagai kegiatan karnaval Agustusan, sedikitnya delapan lembaga di Lamongan telah memesan kostum kepada Wijayanti. Pesanan juga datang dari luar daerah, seperti Kabupaten Gresik, Tuban, Bojonegoro, hingga Nganjuk.

Salah satu kostum hasil produksi untuk momen karnaval (Foto: RRI/Reggie)

Dari sisi harga, kostum adat relatif terjangkau, mulai sekitar Rp100 ribu. Namun, untuk kostum karnaval dengan desain khusus, harganya berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta lebih. Kostum dengan bentuk replika besar, seperti burung enggang atau konsep yang terinspirasi dari karnaval besar, menjadi salah satu produk dengan harga tertinggi. Dengan banyaknya penyewa yang telah memesan jauh hari sebelumnya, Wijayanti mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah pada momen Agustusan dan karnaval.

Wijayanti mengaku sebagian kostum sederhana masih dapat dibuat sendiri. Namun, untuk desain yang lebih rumit dan membutuhkan pengerjaan khusus, dirinya menggandeng pengrajin. Kreativitas menjadi kunci dalam menjalankan usaha tersebut, terutama untuk mengikuti perkembangan tren kostum karnaval.

Menurut Wijayanti, geliat karnaval tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat nasionalisme melalui perayaan kemerdekaan.

“Kalau event karnaval terus berlanjut, harapannya bisa ikut menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat tentang kemerdekaan, sekaligus menggerakkan UMKM,” katanya.

Bagi Wijayanti, meningkatnya pesanan menjelang Agustusan menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi momentum yang mempertemukan kreativitas, budaya, dan peluang ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....