Petani di Tuban Apresiasi Progam Strategis Presiden di Tingkat Pertanian

  • 17 Mei 2026 08:30 WIB
  •  Tuban

‎‎RRI.CO.ID, Tuban - Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu 16 Mei 2026, mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para petani lokal. Kehadiran Kepala Negara dalam agenda panen raya jagung serentak kuartal II, dinilai membawa angin segar bagi peningkatan kesejahteraan sektor pertanian di wilayah tersebut.‎

‎Bagi masyarakat tani di Tuban, kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini menjadi momen yang sangat bersejarah. Petani mengaku kepemimpinan era Presiden Prabowo mulai membawa perubahan nyata yang langsung menyentuh taraf hidup mereka di lapangan.‎

‎Salah satu dampak positif yang paling dirasakan petani saat ini adalah kemudahan akses dan keterjangkauan harga pupuk. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, Tasmuri, mengungkapkan rasa syukurnya atas efisiensi birokrasi dan penurunan harga pupuk di bawah kebijakan pemerintahan saat ini.‎

‎"Dulu masalah pupuk sangat sulit sampai harus antre panjang. Sekarang ada perubahan besar, oleh Pak Prabowo harganya diturunkan dan pelayanannya menjadi sangat sederhana, mudah dicari," ucap Tasmuri yang memimpin kelompok tani beranggotakan 750 petani penggarap dengan total lahan 631,7 hektare tersebut.‎

‎Selain urusan logistik tanam, gairah petani Tuban kian terangkat seiring dengan membaiknya nilai jual hasil bumi. Tasmuri membeberkan bahwa harga komoditas jagung saat ini mengalami kenaikan signifikan, yang sangat membantu petani menutup modal produksi.‎

‎"Harga jagung dulu mulai Rp3.800 – Rp4.000 perkilo, sekarang harga jagung mencapai Rp6.200 perkilo," katanya.

‎Meskipun situasi pupuk dan harga jual sudah membaik, para petani lokal tetap menitipkan harapan besar kepada Presiden Prabowo terkait tantangan geografis. Mengingat sebagian besar lahan di Tuban masih mengandalkan sistem tadah hujan, ancaman gagal panen akibat kekeringan masih membayangi.

‎"Kami berharap pemerintah pusat dapat mengulurkan bantuan berupa fasilitas pengeboran air tanah untuk sistem irigasi demi mengamankan musim tanam kedua," ucapnya.‎

‎Aspirasi serupa juga datang dari sektor perhutanan sosial. Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, Sudarlim, menyebutkan bahwa sekitar 90 persen petani hutan di Tuban menggantungkan hidup pada komoditas jagung. Ia berharap adanya kesetaraan perhatian dari pemerintah antara petani hutan dan petani luar kawasan hutan.‎

‎Sudarlim secara khusus meminta dukungan infrastruktur berupa alat pengering jagung pascapanen agar kualitas hasil panen mereka bisa memenuhi standar ketat Bulog. "Kami berharap ada fasilitas untuk pengolahan pascapanen. Dengan begitu, kami bisa langsung mengakses Bulog dan mendapatkan harga jual yang maksimal," ujar Sudarlim.‎

‎Meski masih menghadapi beberapa kendala infrastruktur pengairan dan pengolahan, para petani di Tuban mengaku optimistis bahwa program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo. Ia yakin progam tersebut akan berjalan sukses dan mampu mengentaskan kemiskinan.

‎"Dengan kehadiran langsung Bapak Presiden ke wilayah kami, saya sangat optimis program swasembada pangan beliau akan berhasil dan membawa kesejahteraan sejati bagi seluruh petani," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....