Warga Binaan Lapas Tuban Dibekali Ilmu Membatik dan Pembuatan Jenang Siwalan

  • 07 Agt 2026 18:25 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tuban terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya warga binaan yang produktif. Langkah nyata ini dilakukan melalui perluasan jangkauan kerja sama bersama dunia usaha lokal, berupa pembuatan jenang Siwalan dan belajar membatik.

‎‎Fokus utama dari langkah tersebut adalah meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi para warga binaan agar memiliki keahlian nyata sebelum kembali ke tengah masyarakat. Komitmen ini resmi dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua mitra strategis lokal, yakni Batik Surya 26 dan Bhisoku Traditional Product.

‎‎Kepala Lapas Tuban, Irwanto Dwi Yhana Putra, menyatakan bahwa kolaborasi bersama pelaku usaha lokal merupakan bentuk komitmen nyata lapas terhadap dinamika kebutuhan dunia kerja saat ini. Bahkan, mereka juga dapat berwirausaha dan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan di luar.

‎‎"Dengan menggandeng mitra yang berpengalaman di bidangnya, kami berharap warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan yang kami laksanakan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan jiwa produktif," ujar Irwanto, Kamis 6 Agustus 2026.

‎‎Melalui kemitraan bersama Batik Surya 26, para warga binaan akan mendapatkan pelatihan intensif di bidang kerajinan batik. Program ini dirancang agar mereka mampu menghasilkan karya seni bernilai jual tinggi.

‎‎Sementara itu, kolaborasi dengan Bhisoku Traditional Product diarahkan pada sektor kuliner khas daerah melalui pengolahan jenang siwalan. Melalui program ini, warga binaan dilatih memahami seluruh rangkaian proses produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga teknik pengemasan produk pangan tradisional yang siap dipasarkan.

‎‎"Dengan kerjasama ini kami berharap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan. Mereka juga bisa eksplore bahan baku lainnya jika diperlukan, tidak harus Siwalan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....