Wujudkan Pengelolaan Sampah Mandiri, PKM Unirow Tuban Dampingi BSI Ertiga Satu

  • 29 Jul 2026 13:55 WIB
  •  Tuban

‎‎RRI.CO.ID, Tuban - Sebagai bentuk nyata perwujudan pengelolaan sampah yang mandiri, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban melaksanakan program pendampingan strategis di Bank Sampah Induk (BSI) ERTIGA 1. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 8 bulan, mulai dari April hingga Desember 2026.

‎‎Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia Tahun Pendanaan 2026. Bantuan ini diperoleh melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

‎‎Tim pelaksana PKM, Annisa Rahmawati, mengatakan, jika BSI ERTIGA 1 merupakan bank sampah komunal yang diinisiasi untuk memenuhi penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KIB). Seiring berjalannya waktu, institusi ini berkembang pesat menjadi Bank Sampah Induk (BSI) yang kepengurusannya secara resmi disahkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban pada Tahun 2022.

‎‎Kini, BSI ERTIGA 1 menaungi unit-unit bank sampah di tujuh kecamatan, meliputi Kecamatan Tuban, Palang, Semanding, Merakurak, Jenu, Tambakboyo, dan Kerek, serta menjadi rujukan edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar di Kabupaten Tuban. Kendati demikian, dalam operasionalnya masih ditemukan sejumlah tantangan.

‎‎Berdasarkan observasi dan wawancara tim pengabdian, sistem pencatatan transaksi di BSI ERTIGA 1 masih dilakukan secara manual sehingga rentan terhadap kekeliruan. Selain itu, pengelolaan sampah organik belum optimal.

‎‎"Selama ini, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dengan waktu proses yang relatif lama sekitar 1–3 bulan. Kondisi ini menyebabkan volume sampah organik menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), terlebih dengan adanya peningkatan volume sampah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.

‎Merespons permasalahan tersebut, tim PKM UNIROW hadir memberikan pendampingan komprehensif guna mengoptimalkan tata kelola BSI ERTIGA 1, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Dalam pelaksanaannya, tim PKM UNIROW bersama mitra BSI ERTIGA 1 merealisasikan beberapa program utama:

  • ‎Sosialisasi Program: Pemaparan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada pengurus dan masyarakat mitra.
  • ‎‎Pelatihan Budidaya Maggot: Solusi efektif dan efisien untuk mengatasi timbulan sampah organik. Tercatat, 1 kilogram maggot mampu mengonsumsi 2 hingga 3 kilogram sampah dalam waktu satu hari. Hasil budidaya maggot ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas dan ikan, sementara residunya (kasgot) dapat digunakan sebagai pupuk organik tanaman.
  • ‎‎Digitalisasi Pencatatan Transaksi: Pembuatan aplikasi berbasis Android beserta pelatihan penggunaannya untuk mempermudah pencatatan transaksi bank sampah serta penyusunan laporan pertanggungjawaban kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
  • ‎Pembuatan Video Edukasi Interaktif: Penyusunan media kampanye digital guna membantu BSI ERTIGA 1 dalam mengkampanyekan gerakan penanganan sampah langsung dari sumbernya.

‎‎Annisa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan yang diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pengurus BSI ERTIGA 1 serta Pemerintah Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin baik demi menyukseskan program pemberdayaan masyarakat ini.

‎‎Melalui pendampingan ini, diharapkan BSI ERTIGA 1 semakin mandiri, profesional, dan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi kebersihan serta perekonomian masyarakat Kabupaten Tuban. "Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya dapat pengelolaan sampah," tambahnya.

‎Tim pelaksana PKM ini diketuai oleh Annisa Rahmawati, dari Program Studi Biologi FMIPA UNIROW, dengan beranggotakan Hesti Kurniahu, Prodi Biologi FMIPA dan Mario Fahmi Syahrial, Prodi PPKn FKIP. Selain para dosen, kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa aktif, yaitu Tri Mei Apta Arjanti Prodi PPKn FKIP, Susi Setiawati Prodi Biologi FMIPA, A. Faizal Firdaus Mardiyanto Prodi Teknik Informatika FT, dan M. Prasetyabudi Prodi Teknik Informatika FT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....