Cuaca Ekstrem, Pedagang Ikan Asap Tuban Laris saat Musim Liburan
- 30 Jun 2026 12:50 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Momen libur sekolah tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di kawasan Plaza Ikan Kabupaten Tuban. Meski saat ini nelayan setempat sedang menghadapi musim paceklik yang membuat pasokan ikan segar dari laut berkurang drastis, para penjual ikan asap mengaku masih bisa meraup keuntungan.
Tingginya kunjungan wisatawan lokal dan pemudik yang singgah di Tuban selama libur sekolah menjadi penggerak utama roda ekonomi di pusat oleh-oleh khas pesisir tersebut. Hal itu disampaikan oleh salah satu penjual ikan asap di Plaza Ikan Tuban, Ika.
Di tengah kondisi sulitnya mendapatkan ikan segar dari tangkapan nelayan, para pedagang memiliki strategi lain untuk menjaga kelancaran usaha. Sejak dulu, mereka selalu menggunakan stok ikan frozen (beku) berkualitas sebagai bahan baku utama pembuatan ikan asap.
"Alhamdulillah, meski sedang paceklik dan nelayan tidak melaut, stok ikan frozen kami masih aman. Jadi, produksi ikan asap tetap berjalan normal dan penjualan tetap lancar," ujarnya, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut para pedagang, penggunaan ikan frozen ini tidak mengurangi cita rasa khas ikan asap Tuban. Proses pengasapan yang dilakukan secara tradisional, membuat kualitas produk tetap terjaga.
Para pedagang berharap, kondisi ini terus bertahan hingga masa liburan berakhir. Di tengah tantangan iklim dan fluktuasi pasokan, peningkatan jumlah pembeli menjadi harapan bagi para pedagang.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Faisol Rozi, mengungkapkan bahwa kondisi sektor perikanan di Tuban tengah menghadapi tantangan berat akibat cuaca buruk. Fenomena cuaca ekstrem ini telah memaksa mayoritas nelayan di Tuban untuk menghentikan aktivitas melaut selama dua pekan terakhir.
"Sudah dua Minggu ini tidak ada nelayan yang melaut, karena cuaca butuk. Yang melaut mayoritas yang muda-muda, itupun hasil tangkapannya sedikit. Jadi tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....