Pedagang Janur Lamongan Diserbu di Lebaran Ketupat

  • 28 Mar 2026 11:04 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Janur daun kelapa muda yang menjadi bahan utama pembungkus ketupat dan lepet menjadi komoditas paling diburu di Pasar Sidoharjo untuk perayaan tradisi Lebaran Ketupat yang diperingati sepekan setelah Hari Raya Idulfitri

Namun, di balik meningkatnya permintaan, para pedagang menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi ekonomi serta cuaca yang tidak menentu disebut turut memengaruhi penjualan tahun ini.

Cihong, salah satu pedagang janur dadakan, mengungkapkan harga jual saat ini cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Ia menilai daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang agak turun harganya, nggak seperti tahun kemarin. Kondisi lagi sulit, cari uang juga susah,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menjual janur kualitas super seharga Rp20.000 per ikat, sementara kualitas biasa Rp15.000 dengan isi sekitar 40 lembar. Meski demikian, Cihong tetap optimistis penjualan akan meningkat menjelang hari puncak.

“Biasanya H-1 paling ramai. Targetnya bisa jual 100 sampai 130 ikat,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Berbeda dengan Cihong, pedagang lain bernama Kumbara justru melihat situasi ini dengan lebih optimistis. Meski mengakui cuaca menjadi kendala, ia yakin seluruh stok dagangannya akan habis sebelum Lebaran Ketupat.

“Cuaca memang berpengaruh, tapi alhamdulillah masih ada rezeki. Insyaallah habis, karena setiap ada penjual pasti ada pembeli,” katanya.

Kumbara yang sehari-hari bekerja sebagai petani hanya berjualan janur secara musiman. Ia mematok harga Rp130.000 untuk satu bongkok besar, sementara harga eceran berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000.

Nurhidayah, salah satu pembeli, mengaku sengaja datang lebih awal demi mendapatkan janur berkualitas.

“Ini beli Rp20.000. Mau buat ketupat sama lepet buat Lebaran Ketupat nanti,” tuturnya.

Lebaran Ketupat memang menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat Lamongan. Sajian ketupat dan lepet yang dipadukan dengan opor ayam atau sayur lodeh menjadi hidangan khas yang dinantikan setiap tahun. Tak heran, keberadaan janur selalu menjadi komoditas vital yang mendatangkan berkah bagi pedagang musiman, meski di tengah berbagai tantangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....