Batik Gedog Tuban Mendunia di tengah Gempuran Fast Fashion

  • 28 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Di tengah maraknya tren fast fashion yang terus berkembang, Batik Gedog khas Tuban justru menunjukkan daya saingnya. Melalui Batik EMY, kain tradisional yang telah diwariskan turun-temurun ini berhasil menembus pasar internasional tanpa meninggalkan ciri khas motif maupun proses pembuatannya.

Batik EMY tetap mempertahankan motif klasik khas Tuban, seperti Ganggeng, Kembang Randu, dan Lok Chan. Selain itu, seluruh proses pewarnaan masih menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan sejalan dengan tren sustainable fashion yang kini semakin diminati pasar.

Pemilik Batik EMY, Donny, mengatakan batik bukan sekadar produk fesyen, melainkan identitas budaya yang harus terus dilestarikan. Menurutnya, mempertahankan kualitas dan keaslian menjadi kunci agar Batik Gedog tetap mampu bersaing di pasar premium.

"Batik bukan sekadar kain bagi kami, tetapi identitas Tuban. Kami ingin membuktikan batik lokal mampu bersaing di pasar premium dan tetap digunakan masyarakat modern," ujarnya, Minggu 28 Juni 2026.

Perjalanan Batik EMY berkembang juga didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar. Dukungan tersebut meliputi pendampingan usaha, peningkatan keterampilan pengrajin, hingga perluasan akses pemasaran.

Tak hanya mendorong pertumbuhan usaha, Batik EMY juga memberikan dampak sosial dengan memberdayakan ibu rumah tangga dan generasi muda di sekitar Tuban. Mereka memperoleh kesempatan bekerja dan menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan daerahnya.

Senior Manajer PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan, mengatakan pemberdayaan UMKM berbasis budaya merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi masyarakat.

"Kami berharap usaha seperti Batik EMY dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal," katanya.

Kini, Batik Gedog Tuban tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk fesyen berkelanjutan yang memiliki daya saing di pasar global. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tradisi mampu bertahan bahkan berkembang di tengah gempuran tren fesyen modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....