Harga Anyaman Bambu di Pasar Baru Tuban Merangkak Naik
- 21 Jun 2026 18:35 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Harga produk anyaman bambu di Pasar Baru Tuban terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Para pedagang menaikkan harga jual berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per item, tergantung pada jenis dan ukuran barang.
Kenaikan harga ini memicu beragam respons di kalangan konsumen. Di tengah upaya pemulihan aktivitas ekonomi pasar pasca insiden kebakaran beberapa waktu lalu, tantangan bagi para pedagang anyaman bambu kini bertambah dengan adanya penyesuaian harga tersebut.
Menurut salah satu pedagang, Hanto mengatakan, kenaikan harga anyaman bambu ini diduga dipicu oleh fenomena di pasar produk berbahan plastik. Para perajin dan pedagang anyaman bambu merasa perlu melakukan penyesuaian harga untuk mengimbangi tren kenaikan harga barang-barang berbahan plastik yang telah terjadi lebih dahulu.
"Sepertinya para perajin ingin menyesuaikan harga pasarannya. Agar tidak terlalu jauh selisihnya dengan produk plastik," ujar Hanto, Minggu 21 Juni 2026.
Selain faktor harga, tantangan lain yang dihadapi pedagang anyaman bambu adalah perubahan tata letak pasar. Pasca insiden kebakaran yang melanda Pasar Baru Tuban beberapa waktu lalu, lokasi los pedagang mengalami perubahan.
Perpindahan posisi ini diakui berdampak langsung pada tingkat penjualan. Banyak pembeli setia yang masih kebingungan dan belum mengetahui lokasi baru los penjualan anyaman bambu langganannya, sehingga tingkat jual beli produk menjadi terhambat.
Meskipun harga mengalami kenaikan, produk anyaman bambu masih memiliki peminat. Sejumlah masyarakat tetap membeli produk tradisional ini, meskipun jumlah pembelian tidak sebanyak sebelum adanya kenaikan harga.
Di sisi lain, tidak sedikit pula konsumen yang lebih memilih barang berbahan plastik. Tingkat keawetan produk membuat sebagian pembeli memilih produk berbahan plastik sebagai alternatif pengganti anyaman bambu untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kondisi ini menuntut para perajin dan pedagang untuk memutar otak agar produk anyaman bambu tetap eksis di tengah gempuran produk plastik. "Alhamdulillah, masih ada beberapa yang masih membeli, karena tidak semua produk anyaman maupun gerabah ini dapat digantikan dengan plastik," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....