Harga Plastik Naik Tajam, Usaha Kecil Lamongan Terdampak
- 14 Apr 2026 11:29 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Kenaikan harga bahan baku plastik di sejumlah pasar di Kabupaten Lamongan, mulai berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Di Pasar Baru Lamongan, harga plastik kemasan hingga gelas sekali pakai dilaporkan mengalami lonjakan drastis, bahkan mencapai 100 persen dari harga normal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa 14 April 2026, kenaikan terjadi hampir merata pada berbagai jenis produk plastik, mulai dari jenis polyethylene (PE), polypropylene (PP), hingga perlengkapan minuman seperti gelas plastik. Lonjakan harga ini mulai dirasakan setelah Hari Raya Idulfitri.
Pedagang grosir plastik di Pasar Baru Lamongan, Sebrian Farid Sandi, mengatakan kenaikan harga membuat banyak pelanggan terkejut. Ia menyebut, harga plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp11.000 kini naik menjadi sekitar Rp19.000 per kilogram.
“Pembeli banyak yang kaget karena kenaikannya bisa 60 sampai 100 persen,” ujarnya.
Selain plastik kiloan, perlengkapan usaha kuliner seperti gelas plastik juga mengalami kenaikan harga. Dari sebelumnya berkisar Rp8.000 hingga Rp9.000 per slop, kini meningkat menjadi Rp12.000 hingga Rp20.000.
Menurutnya, kenaikan harga ini diduga dipicu oleh faktor global, termasuk gangguan distribusi bahan baku akibat konflik internasional yang berdampak pada rantai pasok industri plastik.
Meski demikian, ia mengaku omzet penjualan masih relatif stabil karena plastik merupakan kebutuhan utama bagi banyak pelaku usaha. Namun, ia khawatir kondisi ini tidak akan bertahan jika harga terus meningkat.
Dampak kenaikan harga tersebut turut dirasakan pelaku usaha kecil. Suhardi, pedagang es batu di kawasan pasar, mengaku harus menaikkan harga jual untuk menutupi biaya produksi yang meningkat.
“Biasanya harga plastik sekitar Rp9.500, sekarang jadi Rp15.000. Mau tidak mau harga jual es saya naikkan supaya tidak rugi,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya harga es batu dijual Rp500 per biji, namun kini harus disesuaikan agar usaha tetap berjalan.
Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku plastik di pasaran. Mereka menilai, kenaikan harga yang tinggi sangat membebani usaha kecil yang bergantung pada kemasan plastik.
“Harapannya harga bisa kembali normal. Kalau bahan baku mahal, kami yang kecil ini yang paling terasa dampaknya,” tuturnya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pemantauan dan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga, sehingga keberlangsungan usaha mikro tetap terjaga di tengah tekanan kenaikan biaya produksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....