Minyakita di Tuban Dijual Melebihi HET, Wagub: Segera Ditindaklanjuti
- 31 Mar 2026 14:24 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Ketersediaan minyak goreng bersubsidi merek Minyak Kita di Pasar Baru Tuban mulai sulit ditemukan dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan ini dipicu oleh kenaikan harga di tingkat distributor yang membuat para pedagang enggan menyediakan stok.
Sejumlah pedagang mengaku harga beli Minyak Kita terus mengalami kenaikan, bahkan stoknya pun menipis. Kondisi tersebut membuat mereka memilih untuk tidak menjual produk tersebut, lantaran dikhawatirkan merugi jika dipasarkan sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
“Kalau dijual sesuai HET, kami tidak dapat untung, bahkan bisa rugi. Jadi saya tidak ambil stok,” ujar salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban, Yulinar. Selasa 31 Maret 2026.
Meski demikian, di lapangan masih ditemukan pedagang yang menjual Minyak Kita dengan harga di atas ketentuan. Harga eceran di pasar mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Padahal, pemerintah telah menetapkan bahwa harga jual tidak boleh melebihi HET sebesar Rp15.700.
Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada kelangkaan, tetapi juga memberatkan masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada minyak goreng bersubsidi tersebut.
Saat dikonfirmasi rri.co.id, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengaku akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. Sebab, harga Minyak Kita telah diatur dan bukan mengacu pada mekanisme harga pasar.
"Seharuanya Minyak Kita tidak boleh dijual diatas HET. Terima kasih untuk informasinya, segera akan kami tindaklanjuti," katanya, saat menghadiri Musrenbang di Tuban, Selasa 31 Maret 2026.
Selain itu, ia menegaskan akan segera memastikan stok Minyak Kita di supplier dalam keadaan cukup, agar tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga melebihi HET. "Menaikkan harga Minyak Kita ini sudah menyalahi aturan. Kami akan segera pantau di lapangan dan mencari solusi, jika benar stoknya langka," katanya.
Para pedagang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan di pasar. Sementara itu, masyarakat diminta tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan di tengah kondisi pasokan yang terbatas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....