Harga Pertamax Naik, Penjualan SPBU Jetis Turun, Konsumen Beralih ke Pertalite

  • 10 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai Rabu, 10 Juni 2026 berdampak langsung terhadap pola konsumsi masyarakat. Di SPBU Jetis, Kabupaten Lamongan, penjualan Pertamax terpantau menurun drastis pada hari pertama pemberlakuan harga baru.

Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat Rp3.950 per liter. Kepala Shift SPBU Jetis, Andri Risdianto mengatakan penyesuaian harga mulai diberlakukan sejak pukul 00.00 WIB setelah pihaknya menerima pemberitahuan dari Pertamina sekitar pukul 21.00 WIB pada Selasa malam.

Menurut Andri, karena SPBU Jetis tidak beroperasi selama 24 jam dan tutup pada tengah malam, perubahan harga baru diterapkan saat operasional kembali dibuka pukul 05.00 WIB. “Pemberitahuan kami terima sekitar pukul 21.00 malam. Mulai tanggal 10 Juni pukul 00.00 harga harus disesuaikan. Karena SPBU kami tidak 24 jam, maka harga baru kami berlakukan saat operasional dimulai pukul 05.00 pagi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dampak kenaikan harga langsung terasa pada penjualan Pertamax. Banyak pelanggan memilih beralih ke Pertalite yang harganya masih bertahan di level Rp10.000 per liter.

“Penjualan menurun drastis. Kemungkinan masyarakat masih kaget karena kenaikannya cukup besar, hampir Rp4.000 per liter. Akhirnya banyak yang beralih ke Pertalite,” katanya.

Meski terjadi pergeseran konsumsi, Andri memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU Jetis dalam kondisi aman. Pasokan dari Pertamina juga tetap berjalan lancar sehingga tidak ada kekhawatiran terkait kelangkaan bahan bakar.

“Kalau stok aman semua. Kiriman juga lancar, tidak ada kelangkaan,” tuturnya.

Kemudian Budi salah satu pengguna BBM Pertamax yang mengisi di SPBU Jetis mengatakan kenaikan ini sedikit mengagetkan sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut ia juga mengurangi jatah jajan hariannya.

"Ya kaget mas kan baru semalam, paginya sudah ganti harga, biasanya mengisi full tank biasanya Rp. 60.000 sekarang jadi harga kurang lebih Rp. 90.000," ujarnya.

Kenaikan harga Pertamax sendiri merupakan bagian dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan Pertamina mulai 10 Juni 2026. Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan, sementara Pertalite dan Biosolar subsidi tetap tidak berubah.

Perubahan harga tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi perilaku konsumen dalam beberapa hari ke depan, terutama pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar utama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....