Harga Gula dan Minyak Melonjak, Pedagang Kecil Sulit Bertahan

  • 09 Jun 2026 12:49 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok kembali menjadi beban bagi pelaku usaha mikro dan pedagang eceran di Kabupaten Lamongan. Setelah harga minyak goreng mengalami kenaikan, kini gula pasir juga merangkak naik dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Sidoharjo, Lamongan, Selasa 9 Juni 2026, harga gula pasir eceran mencapai Rp17.500 per kilogram. Angka tersebut naik Rp1.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.500 per kilogram.

Salah seorang pedagang, Rendi, mengatakan kenaikan harga gula terjadi secara mendadak dan berdampak pada minat beli masyarakat. "Iya Mas, naik. Sekarang Rp17.500, sebelumnya Rp16.500. Karena dolar sama BBM naik. Pembeli ngeluh Mas, banyak yang balik," ujarnya.

Selain gula pasir, harga minyak goreng subsidi Minyakita juga sempat mengalami kenaikan hingga mencapai Rp21.000 per liter. "Minyak, Minyak Kita pernah Rp21.000. Ya enggak tahu Mas, sejak bulan kemarin," katanya.

Kenaikan dua komoditas tersebut turut dirasakan para pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada bahan baku gula dan minyak goreng. Salah satunya Muji, penjual gorengan dan ayam geprek di wilayah pedesaan Lamongan.

Menurutnya, tingginya harga bahan pokok membuat keuntungan usaha semakin menipis. Bahkan, hasil penjualan hanya cukup untuk memutar modal usaha sehari-hari. "Terpaksa jualan tapi ya gak ada untungnya. Muter terus. Sulit banget. Bumbu, bawang merah mahal semua. Minyak juga banyak dipakai untuk jualan geprek. Kalau mahal begini saya pusing," tuturnya.

Muji mengaku tidak berani menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan. Di sisi lain, mempertahankan harga lama membuat keuntungan semakin tergerus. "Tidak bisa dinaikkan, karena di desa. Kalau dinaikkan gak laku. Kalau murah ya penjual yang rugi. Harapannya harga bisa turun lagi, kasihan rakyat," kata Muji.

Keluhan serupa disampaikan Rudi, pemilik toko perancangan yang membeli stok barang dalam jumlah besar. Ia menilai lonjakan harga terjadi terlalu cepat sehingga menyulitkan pedagang dalam menghitung kembali modal usaha. "Ya terlalu cepat naiknya. Sekarang naiknya tiba-tiba. Harga satu karung gula sekarang Rp835.000. Kalau tidak dinaikkan saat dijual lagi ya rugi," ujarnya..

Para pelaku usaha mikro berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat melakukan langkah stabilisasi harga dan menjaga ketersediaan pasokan agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....