Fenomena Bediding Dirasakan di Lamongan, Warga Diimbau Jaga Kesehatan
- 03 Jun 2026 13:30 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena bediding yang saat ini mulai dirasakan di sejumlah wilayah Lamongan. Fenomena yang ditandai dengan suhu udara dingin pada malam hingga dini hari tersebut umum terjadi saat musim kemarau.
BPBD Lamongan menjelaskan, bediding terjadi akibat masuknya massa udara dingin dan kering dari Monsun Australia atau Angin Timur yang melintasi wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kondisi ini menyebabkan suhu udara turun cukup signifikan, terutama pada malam dan pagi hari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, meminta masyarakat tidak panik menghadapi fenomena tersebut. Namun, warga diminta tetap menjaga kondisi kesehatan karena udara dingin dan kering dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
"Kami mengimbau seluruh warga Lamongan untuk lebih menjaga kesehatan tubuh. Fenomena bediding ini membawa udara yang sangat kering dan angin kencang. Jika imunitas kita tidak fit, tubuh akan sangat rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, maupun gangguan kulit," ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Menurut BPBD, terdapat tiga karakteristik utama yang muncul selama fenomena bediding berlangsung. Pertama, penurunan suhu udara yang cukup tajam pada malam hingga pagi hari. Kedua, kelembaban udara yang rendah sehingga kondisi lingkungan terasa lebih kering. Ketiga, hembusan Angin Timur yang bertiup lebih kencang dibanding biasanya.
Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, BPBD Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat. Warga diimbau mengenakan pakaian hangat seperti jaket, sweater, kaus kaki, atau menggunakan selimut saat beristirahat.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi yang kerap tidak disadari saat cuaca dingin. BPBD juga menyarankan penggunaan pelembap kulit atau lip balm untuk menghindari kulit kering dan bibir pecah-pecah akibat rendahnya kelembaban udara.
Di samping itu, asupan makanan bergizi dan vitamin perlu ditingkatkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Nalikan menegaskan, menjaga kesehatan menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal selama musim kemarau berlangsung.
"Tetap jaga kesehatan dan selalu pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi agar aktivitas sehari-hari di musim kemarau ini tidak terganggu," katanya.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap masyarakat dapat memahami fenomena bediding sebagai kondisi alamiah yang terjadi setiap musim kemarau, sekaligus menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca ekstrem tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....