Kemen PU-PDAM Lamongan Respon Demo Distribusi Air, Dropping dan Bangun Tandon
- 28 Sep 2026 18:05 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Keluhan warga Perumahan Tambora, Kabupaten Lamongan, terkait tersendatnya distribusi air bersih langsung mendapat respons pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PDAM Lamongan mengerahkan bantuan air bersih dan armada truk tangki untuk memenuhi kebutuhan warga, pascaaksi demonstrasi yang menyoroti persoalan layanan air bersih di kawasan tersebut.
Direktur Utama PDAM Lamongan, Muhammad Syahril Majidi menjelaskan persoalan distribusi bukan disebabkan berkurangnya kuota air produksi dari PT AB Mojolagres. Pasokan produksi tetap berada pada angka 300 liter per detik (LPS), yang masing-masing dialokasikan 100 LPS untuk Lamongan, Gresik, dan Mojokerto.
Namun, air yang seharusnya diterima Lamongan tidak seluruhnya dapat terserap karena tekanan pada jaringan mengalami penurunan. Debit yang masuk ke Lamongan saat ini hanya berkisar 60 hingga 80 LPS.
"Persoalannya adalah tekanannya berkurang. Mengapa demikian? Karena kita dapat informasi dari PT AB bahwa kabel besar untuk kabel booster-nya dicuri di Dawar Blandong, sehingga butuh proses dan waktu untuk memperbaikinya," katanya, Senin 28 September 2026.
Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan sekitar 9.200 Sambungan Rumah (SR) pelanggan PDAM Lamongan. Untuk menjaga layanan tetap berjalan, PDAM melakukan rekayasa distribusi dengan sistem penggiliran aliran air ke sejumlah wilayah sesuai ketersediaan debit.
Di Perumahan Tambora sendiri terdapat sekitar 920 SR baru yang masih dalam tahap uji coba atau trial. Dari jumlah tersebut, lebih dari 800 SR telah menikmati aliran air, sementara sekitar 50 hingga 100 SR masih mengalami kendala karena air belum keluar.
Bagi warga yang masih menunggu aliran air, PDAM menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya membangun water tank berkapasitas 60 meter kubik di kawasan Tambora. Dalam waktu sekitar dua minggu ke depan, tandon tambahan juga akan dipasang untuk membantu mendorong distribusi air kepada pelanggan yang belum teraliri saat jadwal penggiliran.
Syahril menegaskan, pelanggan Tambora yang distribusinya belum stabil belum dibebani tagihan. PDAM masih memberikan kelonggaran selama pelayanan belum berjalan secara normal dan merata.
"Jujur saja, berkali-kali saya katakan untuk wilayah Tambora karena belum stabil pendistribusiannya, maka PDAM belum merekeningkan, artinya belum ada tagihan abonemen," ujarnya.
Di tengah proses perbaikan jaringan, bantuan pemerintah pusat menjadi penyangga sementara bagi kebutuhan warga. Kementerian PU tidak hanya melakukan dropping air bersih, tetapi juga meminjamkan armada truk tangki kepada PDAM Lamongan agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika kebutuhan air mendesak.
Syahril menyampaikan apresiasi atas respons tersebut. Menurutnya, dukungan armada tangki sangat membantu karena kebutuhan air bersih tidak hanya berpotensi terjadi di Tambora, tetapi juga dapat muncul di wilayah lain ketika distribusi terganggu.
Operasional bantuan air bersih tersebut direncanakan berlangsung hingga kondisi pasokan kembali normal dan distribusi dapat dilakukan secara merata. Bantuan diperkirakan dapat berjalan maksimal selama tiga bulan dan diberikan tanpa dipungut biaya.
"Kehadiran dari PU ini sebagai respon pemerintah pusat bahwa sekecil apapun keluhan warga akan cepat ditangani. Bantuan armada tangki ini juga sangat kita butuhkan sewaktu-waktu untuk merespons wilayah lain di Lamongan yang membutuhkan," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....