Lamongan Antisipasi Kekeringan 2026, Perkuat Peran Lumbung Pangan
- 21 Apr 2026 18:45 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan pada tahun 2026 melalui langkah strategis dan terintegrasi. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau 2026 yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta.
Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut memaparkan prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II 2026 mencapai 70–90 persen. Dampaknya, sebanyak 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, sementara 57,2 persen wilayah berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang.
Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan defisit air, penurunan luas tambah tanam, hingga ancaman gagal panen, terutama pada lahan tadah hujan.
Menanggapi hal itu, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga satu juta hektare lahan pertanian.
Di tingkat nasional, produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk 2026, pemerintah menargetkan produksi meningkat menjadi minimal 35,69 juta ton guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.
Bupati Yuhronur menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini sebagai kunci menjaga stabilitas produksi pangan dan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lamongan optimistis mampu menghadapi tantangan kekeringan sekaligus terus berkontribusi signifikan sebagai lumbung pangan nasional,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....