Lamongan Bidik Lumbung Protein Nasional melalui Penguatan Peternakan
- 29 Sep 2026 17:21 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan – Setelah dinobatkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai membidik target lanjutan, yakni menjadikan Lamongan sebagai lumbung protein nasional melalui penguatan sektor peternakan.
Upaya tersebut diwujudkan Pemkab Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan dengan Sarasehan Penguatan Peternakan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), sekaligus memperingati World Rabies Day, di Pendopo Lokatantra, Selasa 29 September 2026.
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mengatakan, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Lamongan menjadi modal penting untuk mengembangkan sektor peternakan secara lebih produktif dan berkelanjutan.
“Lamongan sendiri sudah dinobatkan sebagai lumbung pangan nasional. PR kita selanjutnya dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada adalah menjadi lumbung protein nasional,” ujarnya.
Menurutnya, populasi ternak di Lamongan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, kesadaran masyarakat dan peternak terhadap kesehatan hewan serta ancaman berbagai penyakit juga semakin baik.
Karena itu, Dirham menekankan pengembangan peternakan tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan populasi ternak. Produktivitas, efisiensi pengelolaan, kesehatan hewan, hingga peningkatan nilai ekonomi peternak juga harus menjadi perhatian.
“PR-nya adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi secara pengelolaan, dan bisa meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan para peternak,” katanya.
Dirham berharap pengembangan peternakan ke depan dapat terintegrasi dengan sektor pertanian dan perikanan sehingga membentuk ekosistem circular economy. Dengan demikian, berbagai potensi agribisnis di Lamongan dapat saling mendukung sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Dirham juga menyampaikan apresiasi kepada FKH Unair yang selama ini memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis desa. Salah satunya melalui Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, yang menjadi lokasi pengabdian masyarakat. Ia berharap pola pendampingan tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lainnya di Kabupaten Lamongan.
Kepala Disnakeswan Lamongan Shofiah Nurhayati mengatakan, Pemkab Lamongan berupaya memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada para peternak. Pendampingan tidak hanya dilakukan pada aspek budidaya, tetapi juga mencakup kesehatan hewan hingga proses hilirisasi hasil peternakan.
“Upaya Pemkab Lamongan melalui Disnakeswan, kita memberikan pelayanan kepada peternak mulai dari budidaya ternak yang baik, kemudian kita mendampingi kesehatan ternaknya, sampai ke hilirisasi. Jadi mulai dari hulu sampai dengan hilir kita mendampingi para peternak agar hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, pendampingan dari hulu hingga hilir menjadi bagian penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan hasil usaha peternakan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan pola tersebut, peternak diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari usaha yang dijalankan.
Rangkaian yang akan dilaksanakan berikutnya ialah pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, yang direncanakan berlangsung selama dua tahun. Program tersebut mencakup bantuan bibit itik, subsidi, pendampingan, serta pengembangan 200 kandang.
Di bidang kesehatan hewan, rangkaian World Rabies Day turut diisi vaksinasi rabies bagi Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan monyet, yang dilaksanakan di perumahan masyarakat serta 11 Puskeswan di 11 kecamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....