Serangan Tawon Vespa di Tuban Meningkat Tajam, Damkar Evakuasi 240 Sarang
- 21 Apr 2026 09:34 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Tren kemunculan tawon jenis Vespa Affinis di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan signifikan sepanjang awal tahun 2026. Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban mencatat telah menangani sedikitnya 240 kejadian evakuasi hingga pertengahan April ini.
Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, mengungkapkan bahwa lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Maret lalu. Sementara tahun 2025 lalu, sebanyak 839 kejadian telah tertangani dengan lonjakan tertinggi di bulan Juli sebanyak 52.
"Di bulan Maret saja ada 85 kasus evakuasi tawon. Kami pastikan setiap ada laporan masuk yang disertai titik lokasi, foto, atau video serta identitas pelapor (KTP), petugas kami akan langsung turun membantu," ujar Sutaji, Selasa 21 April 2026.
Menurut Sutaji, perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama maraknya populasi tawon tahun ini. Secara teori, aktivitas tawon biasanya memuncak pada musim kemarau antara bulan Juli hingga Oktober.
"Namun di tahun 2026 ini, pada bulan-bulan awal intensitasnya sudah tinggi. Hal ini dimungkinkan karena cuaca panas yang ekstrem, termasuk pada Maret kemarin," ujarnya.
Ia juga memperingatkan masyarakat mengenai bahaya sengatan tawon jenis ini. Berdasarkan informasi medis, satu sengatan saja sudah cukup membahayakan kesehatan manusia. Sehingga ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat agar tidak mengganggu sarang tawon secara sengaja.
"Banyak kejadian bermula karena tawon merasa terganggu. Misalnya anak-anak yang melempar sarang atau orang yang mencoba menangkap tanpa pengetahuan dan alat memadai. Tawon akan menyerang siapa pun yang pertama kali mereka lihat saat sarangnya dirusak," kata Sutaji.
Untuk meminimalisir risiko, proses evakuasi sarang tawon wajib dilakukan pada malam hari. Terdapat alasan teknis utama di balik prosedur ini, yaitu dari segi keamanan, karena tawon bersifat sangat agresif pada siang hari dan cenderung melemah saat malam.
"Kalau malam mereka sudah lemah dan cenderung berkumpul di sarang, itulah waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi. Kami mohon masyarakat memahami mengapa jika melapor pagi, petugas baru datang malam hari. Ini demi keselamatan petugas dan warga sekitar. Jika ditangani secara sembarangan pada siang hari, tawon yang berada di luar sarang justru akan mengamuk," katanya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pengusiran tawon secara mandiri. Sutaji menyarankan warga segera menghubungi petugas Damkar yang telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan teknik khusus. Selain itu, ia melarang keras upaya pemusnahan sarang dengan cara dibakar.
"Membakar sarang itu berbahaya karena berpotensi membuat tawon berpencar dan justru membangun sarang baru di tempat lain. Silakan lapor ke kami, layanan ini gratis tanpa dipungut biaya," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....