Penjualan Arang di Tuban Meningkat, dalam Sehari Mampu Produksi hingga Satu Ton

  • 26 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – Tradisi membakar sate saat Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi para perajin bahan bakar alternatif di Kabupaten Tuban. Memasuki pertengahan bulan ini, permintaan pasar terhadap arang kayu di wilayah Kabupaten Tuban mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

‎‎Geliat ekonomi ini dirasakan langsung oleh Purna Irawan, seorang produsen arang kayu asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Guna menyiasati lonjakan pesanan yang jauh lebih tinggi dibanding hari biasa, ia terpaksa menambah kapasitas produksinya secara drastis.

‎‎“Mendekati hari raya ini kami melakukan penambahan tungku. Penambahan kapasitas produksi kami bisa mencapai sekitar 700 kilogram sampai 1 ton per harinya,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.

‎Biasanya, Purna menjual arang kayu hasil produksinya ke tingkat agen di pasar dengan harga Rp4.500 per kilogram, sebelum nantinya didistribusikan secara eceran kepada konsumen akhir. Menariknya, usaha milik Purna tidak hanya bergantung pada pasokan kayu konvensional.

‎‎Sebab, sejauh ini ia juga aktif bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban untuk menyerap limbah ranting pohon hasil perantingan di jalan raya, untuk kemudian diolah kembali menjadi arang briket bernilai guna. Selain mengolah limbah, kayu tersebut juga menjadi ladang ekonominya.

‎"Biasanya DLHP selalu ada perapian pohon agar tidak membahayakan kabel maupun pengendara, dari hasil penebangan kayu itu saya serap untuk saya olah menjadi arang," katanya.

‎‎Mengenai standarisasi mutu, Purna menjelaskan bahwa bahan baku paling ideal untuk menghasilkan arang berkualitas tinggi adalah kayu pohon asam atau beberapa jenis pohon buah tertentu. “Kualitasnya memang paling bagus kalau menggunakan kayu pohon asam,” ucapnya.

‎‎Namun, di balik tingginya permintaan tersebut, proses produksi arang kayu ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan tidak bisa instan. Purna menjelaskan bahwa satu tungku pembakaran memerlukan waktu pembakaran sekitar delapan hingga sepuluh hari hingga arang benar-benar matang dan siap dikemas.

‎‎Oleh sebab itu, sebagai langkah antisipasi arang bisa matang menjelang puncak momentum Iduladha, ia telah menggenjot stok dan kapasitas tungku sejak jauh-jauh hari. Melalui manajemen waktu yang ketat tersebut, satu tungku pembakaran miliknya kini mampu memproduksi sekitar 1 hingga 1,5 ton arang siap pakai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....