BPK RI dan Diskopumdag Tuban Sidak Pasar Baru, Sejumlah Harga Bapok Alami Kenaikan
- 15 Sep 2026 12:06 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban menggelar inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga bahan pokok di Pasar Baru Tuban, Selasa 15 September 2026. Dari peninjauan di lapangan, petugas mendapati lonjakan harga pada sejumlah komoditas.
Kenaikan paling signifikan tercatat pada komoditas cabai, di mana harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp50.000 melonjak menjadi Rp65.000 per kilogram. Lonjakan serupa juga terjadi pada komoditas kacang yang meroket dari Rp32.000 menjadi Rp44.000 per kilogram.
Kenaikan harga turut melanda di sektor peternakan. Daging ayam ras kini menembus harga Rp40.000 per kilogram. Di sisi lain, dinamika harga juga terjadi pada daging sapi, kualitas medium dijual dengan harga Rp120.000 per kilogram, sementara kualitas premium berada di angka Rp140.000 per kilogram, bergeser dari rentang harga sebelumnya kisaran Rp125.000 hingga Rp130.000 per kilogram.
Kendati demikian, sejumlah komoditas lain terpantau stabil. Beras SPHP bertahan di Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, dan beras premium Rp15.000 per kilogram. Stabilitas harga lainnya, gula pasir di posisi Rp17.500 per kilogram, serta Minyak Kita dijual Rp15.700 per kilogram di tingkat agen dan Rp16.000 per kilogram di luar jaringan agen.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Tuban, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif murni BPK RI dalam rangka audit kinerja ketahanan pangan daerah. "Kegiatan ini dilaksanakan oleh BPK RI, kami dari Diskopumdag hanya mendampingi mereka untuk melakukan audit kinerja ketahanan pangan," ujar Agus.
Ia menambahkan, rangkaian audit ketahanan pangan tersebut mencakup verifikasi data harga pasar yang kemudian disinkronkan dengan aplikasi Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan. "Kami mendampingi mereka untuk melihat bagaimana kinerja operator dalam melakukan pencatatan dan penginputan data harian di dalam sistem SP2KP," katanya.
Gejolak harga di tingkat eceran ini turut memantik reaksi konsumen. Diah, salah satu pembeli di Pasar Baru Tuban, mengaku merasa terbebani oleh kenaikan harga tersebut, terlebih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Cukup kaget waktu tahu semua harga naik. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga kebutuhan sehari-hari, jadi tetap membeli meskipun sangat terasa saat kondisi ekonomi seperti ini," kata Diah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....