Belum Temukan Penyebab Kelangkaan LPG, Wabup: Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- 11 Apr 2026 10:45 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus berupaya mengurai permasalahan kelangkaan serta lonjakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram yang terjadi di wilayahnya. Meski penyebab utama belum secara spesifik ditemukan, langkah strategis mulai diambil guna menstabilkan kondisi pasar.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyatakan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap rantai pasokan energi tersebut. Fokus utama Pemkab adalah menemukan titik di mana aliran distribusi kepada masyarakat terputus.
"Simpul-simpul distribusi sudah kami evaluasi dan lakukan mapping (pemetaan). Kami akan memantau langsung dari hulu hingga hilir untuk melihat di mana letak kendalanya agar konsumsi masyarakat tidak terganggu," ujar Wabup. Sabtu, 11 April 2026.
Menanggapi kelangkaan yang memicu kenaikan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pengecer, Pemkab Tuban telah mengambil langkah darurat dengan menggandeng pihak Pertamina untuk menambah pasokan sebanyak 102.000 tabung LPG untuk wilayah Kabupaten Tuban.
Bahkan, Pemkab Tuban juga memperbolehkan agen maupun pangkalan untuk menjual dengan sistem ecer kepada masyarakat. "Agar masyarakat tetap bisa mendapatkan LPG, silahkan beli di agen resmi maupun di pangkalan," katanya.
Diketahui, sebelumnya Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky telah melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menjamin kelancaran pasokan. Sebab, stabilitas stok dan harga di lapangan menjadi atensi utama pemerintah daerah.
"Kami menyadari beban masyarakat akibat fluktuasi harga yang tidak terkendali di luar agen resmi. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral terus diperketat untuk memastikan distribusi kembali normal dan harga kembali sesuai regulasi yang berlaku," ujarnya.
Wabup berharap upaya pemetaan dan penambahan kuota ini segera membawa dampak nyata di masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa hak konsumsi masyarakat tidak terhalang. Semoga kondisi ini segera pulih seiring dengan koordinasi intensif yang terus kami lakukan bersama para stakeholder," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....