Stok LPG Langka, Masyarakat Tuban Rela Antre sejak Pagi

  • 04 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Warga Sidomulyo Keluhkan Kelangkaan LPG, Antre Sejak Pagi hingga Siang Hari

Kelangkaan gas LPG bersubsidi dikeluhkan warga Desa Sidomulyo dalam beberapa hari terakhir. Terbatasnya pasokan membuat masyarakat harus mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan kebutuhan energi rumah tangga tersebut.

Safii (65), salah satu warga, mengaku telah mengantre sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung sekitar 4 hingga 5 hari terakhir. “Sejak jam 8 antre sampai siang. Stok LPG sulit sejak 4-5 hari yang lalu. Sudah nyari di toko-toko tidak ada yang punya, bahkan sampai di kecamatan lain,” ujarnya.

Di tengah kelangkaan tersebut, Safii justru mendapatkan harga LPG lebih murah dari biasanya, yakni Rp15 ribu per tabung. Ia menduga terjadi kesalahan harga dari penjual. “Kayaknya yang jual salah ngasih harga, biasanya saya beli harganya masih Rp20 ribu sampai Rp21 ribu,” katanya.

Sebagai pedagang ikan pindang, Safii sangat bergantung pada ketersediaan LPG. Ia membutuhkan minimal dua tabung setiap hari untuk menunjang usahanya. Ia berharap kondisi pasokan segera kembali normal agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.

"Biasanya tidak pernah sampai seperti ini. Dulu malah diantar ke rumah, satu minggu diantar dua kali, sekitar 15 tabung untuk saya berjualan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Juarti (62), warga setempat yang turut mengantre sejak pagi. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut, mengingat LPG bersubsidi sangat dibutuhkan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu.

“Kami juga butuh masak, butuh untuk berdagang, ya semoga pemerintah bisa segera memberikan solusi,” ujarnya.

Juarti menambahkan, stok LPG sempat datang sekitar pukul 09.00 WIB, namun antrean panjang membuat dirinya belum juga mendapatkan giliran hingga siang hari. Ia mengaku memperoleh harga Rp18 ribu per tabung, sementara di tempat lain harga bisa mencapai Rp21 ribu hingga Rp25 ribu.

"Tadi saya antre sejak jam 8, sampai sekarang masih antre," katanya.

Warga berharap distribusi LPG segera kembali lancar sehingga kebutuhan sehari-hari dan aktivitas usaha masyarakat tidak terganggu akibat kelangkaan yang berkepanjangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....