Mpok Damira Bojonegoro Kelola Sampah Ratusan Kilo Perhari

  • 08 Apr 2026 09:36 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Di tengah pandangan umum yang menganggap sampah sebagai sesuatu yang harus dihindari, justru sekelompok warga di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro memilih jalan berbeda. Melalui Kelompok Dalem Mandiri Sejahtera atau yang dikenal sebagai Mpok Damira, limbah yang sebelumnya dipandang sebagai masalah kini disulap menjadi sumber manfaat sekaligus bernilai ekonomi.

Perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan kelompok ini. Pada tahap awal, tidak sedikit warga yang enggan memilah sampah dari rumah dengan alasan kesibukan maupun faktor kebersihan.

Namun, pendekatan edukatif yang dilakukan secara berkelanjutan perlahan mampu menggeser pola pikir tersebut. Saat ini, masyarakat justru mulai terbiasa dan antusias memisahkan sampah sebagai bagian dari “tabungan” bernilai guna.

Salah satu pengurus inti Mpok Damira, Eni Suhartini, menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari kepedulian pribadi terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ia terdorong untuk berkontribusi membantu pemerintah desa dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Saya berangkat dari kesadaran pribadi. Ada keinginan untuk membantu desa agar lebih bersih. Memang tidak mudah di awal karena banyak yang masih enggan terlibat,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.

Seiring berjalannya waktu, dampak positif mulai terlihat. Lingkungan desa menjadi lebih tertata dan terbebas dari tumpukan sampah liar. Selain itu, kegiatan pengelolaan sampah juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.

"Sampah organik kami olah lagi menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik diproses agar memiliki nilai jual," katanya.

Berdasarkan catatan terbaru, Mpok Damira mampu menangani sekitar 945 kilogram sampah setiap hari. Rinciannya, sebanyak 825 kilogram berasal dari limbah rumah tangga dan 120 kilogram lainnya dari sektor usaha seperti toko serta perkantoran.

Capaian tersebut menunjukkan kontribusi nyata dalam menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Eni berharap, gerakan ini dapat menginspirasi masyarakat yang lebih luas.

Ia mengajak warga Bojonegoro untuk aktif berpartisipasi dalam program pengelolaan sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup, khususnya dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. “Harapannya, kebiasaan memilah sampah bisa terus dijaga. Semakin banyak yang melakukannya, semakin kecil pula sampah yang terbuang ke TPA. Ini penting untuk masa depan lingkungan kita,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....