Berhasil Tekan Penyebaran PMK, Penjualan Sapi di Jatim Meluas ke Berbagai Daerah

  • 26 Mei 2026 09:52 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan terkait keberhasilan menekan angka Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tidak lepas dari program vaksinasi gratis. Hal ini berdampak pada tingginya kepercayaan pasar, bahkan permintaan sapi Jatim meluas hingga ke Jabodetabek dan Kalimantan.

‎‎Hal itu ia sampaikan saat melakukan inspeksi mendadak ke sentra peternakan sapi milik Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Senin 25 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kualitas, kesehatan, dan keamanan hewan kurban sebelum didistribusikan ke masyarakat.

‎‎Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah memantau sekitar 90 ekor sapi unggulan jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO). Selain mengecek fisik ternak, ia juga berdialog dengan peternak mengenai tata kelola distribusi dan serapan pasar tahun ini.

‎‎Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas stok dan kesehatan hewan. Mengingat lonjakan lalu lintas ternak yang sangat padat menjelang Idul Adha, pengawasan dilakukan secara berlapis mulai dari tingkat kecamatan hingga pengiriman antarprovinsi.

‎‎"Setiap ternak yang dilalulintaskan wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan berwenang. Ini adalah jaminan keamanan bagi masyarakat," kata Khofifah.

‎‎Kondisi positif ini turut diamini oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Ariani. Ia menyebutkan bahwa Jawa Timur saat ini berada pada posisi surplus ternak dan tetap menjadi tumpuan lumbung ternak nasional.

‎‎"Tahun ini peternak dalam posisi bahagia karena harga jual lebih baik dibanding tahun lalu. Antusiasme warga untuk berkurban sangat luar biasa, dan kami pastikan stok di Jatim sangat aman," ujar Indyah.

‎‎Sentra peternakan milik H. Wariyanto menjadi salah satu bukti geliat ekonomi sektor peternakan di Bojonegoro. Sebagian besar sapi miliknya kini telah dipesan oleh pembeli dari berbagai kota besar seperti Surabaya, Jombang, hingga Kediri.

‎‎Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemprov, terutama terkait layanan kesehatan hewan yang mudah diakses. "Terima kasih, berkat vaksin dan vitamin gratis dari Ibu Gubernur, sapi-sapi di sini sehat semua. Kehadiran beliau memberikan semangat tambahan bagi kami para peternak kecil," ucapnya.

‎‎Melalui momentum Idul Adha 2026 ini, Gubernur Khofifah berharap peternak Jawa Timur tidak hanya menjadi pemasok rutin saja. Namun juga mampu naik kelas dan memiliki daya tawar ekonomi yang lebih kuat di pasar nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....