BGN Ajak Peran Aktif Masyarakat Pantau Menu MBG Melalui Sistem Jaga Dapur
- 02 Apr 2026 11:12 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran sistem pengawasan bertajuk “Jaga Dapur MBG” dengan melibatkan pengawasan dari masyarakat.
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa besarnya anggaran dalam program MBG menuntut adanya sistem kontrol yang kuat dan berlapis, tidak hanya pada aspek teknis pelaksanaan di lapangan, tetapi juga dalam hal pengawasan.
Menurutnya, pengawasan pertama berasal dari masyarakat. BGN mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki akun media sosial dan secara rutin melaporkan menu makanan, harga, serta kandungan gizi yang disajikan.
Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat dapat langsung memantau kualitas layanan yang diberikan. "Kami mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan MBG di daerah masing-masing melalui sistem Jaga Dapur MBG," ujarnya, Rabu 1 April 2026.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bersama BGN. Sementara itu, aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan Polri turut terlibat sebagai lapisan pengawasan ketiga guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
Sony juga mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung dalam mengembangkan sistem “Jaga Dapur MBG”. Ia menyebut sistem ini efektif karena memungkinkan penerima manfaat untuk turut melaporkan jika terjadi penyimpangan atau penurunan kualitas layanan.
“Para penerima manfaat seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik diharapkan benar-benar mendapatkan makanan bergizi dengan kualitas yang terjaga,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh mitra pelaksana program MBG di Indonesia untuk tidak melakukan praktik kecurangan, seperti markup harga maupun penurunan kualitas bahan makanan. Diketahui, saat ini, tercatat sebanyak 26.126 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia.
Melalui sistem yang dibangun, BGN juha dapat memantau aktivitas pelaporan dari setiap SPPG, termasuk keberadaan akun media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, serta memastikan konten yang diunggah memuat informasi menu, harga, dan kandungan gizi secara transparan.
Peluncuran “Jaga Dapur MBG” pada tahap awal dilakukan di wilayah Tuban dan Bojonegoro. Namun, program ini diharapkan segera meluas ke daerah lain, termasuk Surabaya dan seluruh wilayah Jawa Timur. "Kabupaten Tuban dan Bojonegoro iki masih nenjadi percobaan, dan selanjutnya akan meluas ke Kabupaten Kota lain," ucapnya.
Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, BGN optimistis program MBG dapat berjalan transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....