Bojonegoro Menjadi Sentra Penghasil Bibit Sapi Penaranakan Engole Terbaik

  • 31 Mar 2026 10:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro menjadi sebagai salah satu sentra pengembangan dan pemurnian genetik ternak nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Kecamatan Tambakrejo sebagai kawasan penghasil bibit sapi Peranakan Ongole (PO).

Dalam pelaksanaanya, difokuskan pada penyediaan ternak unggul, tersertifikasi, dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta dilengkapi Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB). Status tersebut bukan sekadar penamaan wilayah, melainkan bentuk pengakuan resmi dari pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 356/Kpts/PK.040/6/2015.

Sapi PO asal Bojonegoro dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi iklim tropis serta kemampuan memanfaatkan pakan secara efisien, sehingga menjadi pilihan utama bagi para peternak. Sejumlah keunggulan sapi PO dari wilayah Tambakrejo menjadikannya sulit disaingi.

Tingkat reproduksinya relatif stabil, mendukung proses pengembangbiakan secara berkelanjutan. Selain itu, daya adaptasinya terhadap suhu panas cukup tinggi, disertai ketahanan alami terhadap berbagai penyakit dan parasit.

Dari sisi produksi, kualitas karkasnya juga baik dengan persentase daging yang optimal. Tak kalah penting, ternak ini mampu beradaptasi dengan berbagai jenis pakan lokal tanpa mengurangi produktivitasnya.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menyampaikan bahwa arah kebijakan pemerintah daerah tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan jumlah ternak, tetapi juga menjaga kualitas genetiknya.

"Setiap sapi PO yang dihasilkan dari daerah ini telah melalui proses seleksi ketat sesuai standar nasional dan dilengkapi dengan sertifikasi resmi," katanya, Selasa 31 Maret 2026.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan mutu sapi PO. Di antaranya melalui program sertifikasi bibit (SKLB), layanan inseminasi buatan serta gangguan reproduksi (gangrep), pemberian vaksin dan obat hewan, hingga penguatan kelembagaan peternak melalui kelompok tani dan asosiasi peternak sapi PO Bojonegoro.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, mulai dari pelestarian sumber daya genetik sapi PO, ketersediaan bibit unggul secara kontinu, hingga kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan pencapaian swasembada daging nasional.

Elfia menambahkan, strategi ini juga bertujuan menjaga plasma nutfah lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi peternak. Dengan pengakuan resmi terhadap kualitas bibit yang dihasilkan, harga jual ternak menjadi lebih kompetitif.

"Kolaborasi dengan kelompok peternak terus kami perkuat untuk menciptakan sistem peternakan yang berkelanjutan dan berdaya saing," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....