Dorong Mutu Pendidikan, Gubernur Khofifah Rehabilitasi Sekolah Lamongan–Gresik
- 05 Mar 2026 07:37 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meresmikan revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Lamongan dan Gresik yang dipusatkan di SMAN 2 Lamongan, Rabu 4 Maret 2026. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 400 sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan program revitalisasi dan rehabilitasi.
Ia berharap, program tersebut mampu memperkuat daya dukung lingkungan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.
“Kita ingin daya dukung sekolah semakin kuat. Lingkungan belajar yang sehat dan terawat akan sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan,” katanya.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya penguatan infrastruktur pendidikan sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran di daerah.
Bupati Yuhronur Efendi, menuturkan bahwa pembangunan sektor pendidikan di Lamongan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga kualitas proses belajar mengajar. “Rehabilitasi sekolah ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi infrastruktur maupun mutu pembelajaran,” katanya.
Pak Yes sapaan akrabnya menjelaskan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 yang mencapai 76,81 menjadi indikator keberhasilan pembangunan sektor pendidikan yang terus mengalami peningkatan dan berada di atas rata-rata target.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menjalankan sejumlah program strategis untuk memperluas akses pendidikan. Di antaranya Program Beasiswa Perintis yang telah menjangkau hampir 8 ribu siswa, Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) bagi anak putus sekolah, serta Gerakan Kesetaraan Belajar (Gertak Desa) di tingkat desa.
“Komitmen kami adalah tidak ada anak Lamongan yang terhambat sekolah karena faktor biaya. Semua harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” tuturnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten, penguatan sarana prasarana diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing menuju generasi emas masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....