Kenaikan Harga Ikan Berdampak pada Produksi Kerupuk di Tuban

  • 20 Feb 2026 14:35 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban- Dinas Perikanan Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa kenaikan harga bahan baku perikanan berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha kerupuk di sentra produksi Desa Pabean, Kecamatan Tambakboyo.

Zulfan Nur Ishlah, Penata Layanan Operasional Dinas Perikanan Kabupaten Tuban, menjelaskan bahwa Desa Pabean dikenal sebagai sentra usaha kerupuk, mulai dari kerupuk ikan, kerupuk rajungan, hingga kerupuk cumi.

"Hampir satu desa di wilayah Kecamatan Tambakboyo menggantungkan mata pencaharian dari sektor tersebut, yaitu pembuatan kerupuk," ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Namun, lonjakan harga bahan baku membuat pelaku usaha sangat terdampak, terutama untuk jenis kerupuk cumi dan rajungan, karena harga yang melambung tinggi.

“Dengan kondisi harga bahan baku yang tinggi, banyak pelaku usaha tidak berani membeli bahan baku karena hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi. Bahkan, sebagian di antaranya terpaksa menghentikan produksi sementara,” kata Zulfan.

Kenaikan harga bahan baku ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan nelayan enggan melaut karena risiko keselamatan yang tinggi, sehingga pasokan hasil laut berkurang dan harga pun meningkat.

Sebagai upaya bertahan, sebagian pelaku usaha menyiasati keadaan dengan mengurangi komposisi bahan baku. Jika sebelumnya dalam penggunaan 10 kilogram tepung diperlukan sekitar 6 kilogram daging ikan atau hasil laut, kini jumlah tersebut dikurangi hingga setengahnya.

"Langkah ini diambil semata-mata untuk menekan biaya produksi saat harga bahan baku sedang naik," katanya.

Selain itu, diketahui mayoritas pelaku usaha kerupuk di Pabean masih menggunakan metode produksi tradisional, khususnya dalam proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari langsung. Proses ini dinilai masih paling efektif dan efisien karena kerupuk membutuhkan panas tinggi untuk menurunkan tingkat kelembapan.

“Sebetulnya ada beberapa pelaku usaha yang sudah memiliki alat pengering atau oven, namun tidak digunakan karena biaya operasionalnya cukup tinggi. Di sisi lain, hasil pengeringan dengan oven dinilai belum sebaik jika dijemur langsung di bawah sinar matahari,” ucapnya.

Dinas Perikanan Kabupaten Tuban mengaku akan terus memantau kondisi ini serta mencari langkah-langkah pendampingan yang memungkinkan agar pelaku usaha kerupuk tetap dapat bertahan di tengah tantangan cuaca dan kenaikan harga bahan baku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....