Gagal Panen, Petani Tuban Keluhkan Kelangkaan Pupuk
- 30 Jan 2026 11:25 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Petani jagung di Dusun Tlogopule, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, mengeluhkan kelangkaan pupuk yang berdampak pada menurunnya hasil pertanian. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan sebagian petani terancam gagal panen.
Salah satu petani setempat, Wawan, menyampaikan bahwa kelangkaan pupuk telah terjadi sejak sebelum Agustus dan hingga kini belum ada kepastian ketersediaan di wilayahnya. "Kemarin sempat beli harganya Rp250 ribu, dan hanya bisa membeli satu sak saja. Sekarang sudah tidak ada lagi barangnya," ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Akibatnya, tanaman jagung yang ia tanam tidak tumbuh optimal dan menunjukkan kondisi menguning. “Biasanya hasil panen jagung bisa mencapai rata-rata 2,5 kilogram per kilogram. Tapi kali ini kemungkinan besar tidak bisa panen sama sekali karena kondisinya seperti ini,” ucapnya.
Untuk mengatasi keterbatasan pupuk, para petani di wilayah tersebut terpaksa menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam sebagai alternatif. Meski demikian, upaya tersebut dinilai belum mampu menggantikan fungsi pupuk secara maksimal.
Wawan menambahkan, kegagalan panen kali ini tidak hanya disebabkan oleh kelangkaan pupuk. Faktor cuaca ekstrem yang kerap terjadi, serta serangan hama ulat, turut memperparah kondisi tanaman jagung.
"Beberapa hari kan sering hujan malam, nah itu sangat mempengaruhi. Apalagi ditambah hama ulat yang luar biasa menyerang, jadi ketika tumbuh daun langsung dimakan ulat," ujar Wawan.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para petani, khususnya terkait ketersediaan pupuk. “Harapannya pupuk bisa mudah didapat dan harganya terjangkau. Karena di sini pupuk benar-benar sangat langka,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....