Gubernur Khofifah Resmikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja

  • 29 Jan 2026 09:17 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui implementasi Program Jatim Cerdas, yang menitikberatkan pada pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan karakter peserta didik.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat meresmikan sarana dan prasarana SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro, Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda besar penguatan layanan pendidikan menengah, vokasi, dan pendidikan khusus di wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut meresmikan hasil revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas pendidikan pada 52 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang berada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro dan Tuban.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 18 SMA, 25 SMK, serta 9 SLB. Menurut Gubernur, pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan ini merupakan langkah strategis Pemprov Jawa Timur dalam memastikan setiap peserta didik memperoleh hak yang setara atas lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan negeri dan swasta merupakan satu kesatuan ekosistem yang harus diperkuat secara berimbang. “Upaya revitalisasi dan rehabilitasi ini adalah bagian dari ikhtiar menjaga kualitas pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman, tuntutan dunia kerja, serta tantangan masa depan,” ujarnya.

Secara khusus, Gubernur Khofifah menilai SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja memiliki keunggulan tersendiri karena menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama. Menurutnya, model tersebut memungkinkan pembentukan karakter peserta didik dilakukan secara lebih terstruktur dan menyeluruh.

“Sekolah berasrama memberi ruang yang lebih luas untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan,” ucap Gubernur.

Dalam peresmian tersebut, ia juga meninjau sejumlah fasilitas penunjang, di antaranya Asrama Putra Bhakti Praja, Kolam Renang Tirta Bhakti, Ruang Makan Graha Adhigana, serta lintasan jogging. Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung keseimbangan antara pembinaan karakter, kesehatan fisik, dan kenyamanan hidup berasrama.

Khofifah meyakini bahwa kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan mental dan daya pikir peserta didik. Oleh sebab itu, penyediaan kolam renang dan jogging track dipandang sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat secara fisik maupun psikologis.

Sementara itu, keberadaan ruang makan dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial, yang menumbuhkan nilai kedisiplinan, etika, serta kebersamaan antar taruna dan taruni.

Gubernur Khofifah juga memberikan perhatian khusus terhadap peran wali asrama dan wali asuh. Ia berpesan agar pola pengasuhan yang diterapkan mampu merespons dinamika sosial peserta didik serta disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang mereka.

“Pendekatan pengasuhan harus adaptif, agar anak-anak merasa didampingi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usianya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah berharap SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja mampu melahirkan generasi muda yang menjadi duta kebhinekaan, kenusantaraan, serta persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah taruna di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah provinsi melalui kerja sama Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan IPDN.

Harapan tersebut, lanjut Khofifah, sejalan dengan semangat pendidikan berdampak yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan watak, kepemimpinan, dan rasa kebangsaan.

Ke depan, Gubernur Khofifah menekankan bahwa tantangan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Optimalisasi pemanfaatan fasilitas harus dibarengi dengan pembaruan metode pembelajaran, kepemimpinan sekolah yang visioner, serta budaya refleksi dan inovasi di lingkungan pendidikan.

“Revitalisasi ini hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas cara mengajar dan cara belajar, serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....