Gubernur Khofifah Tinjau Pelaksanaan GPM di Bojonegoro
- 28 Jan 2026 20:21 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, melalui kegiatan Pasar Murah yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Rabu, 28 Januari 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Pasar Murah menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga agar harga di pasaran tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan rumah tangga biasanya mulai meningkat saat memasuki bulan Ramadhan dan akan kembali naik menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, pemerintah perlu hadir lebih awal agar lonjakan permintaan tidak berdampak pada kenaikan harga.
“Pasar Murah ini kami selenggarakan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Khofifah.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.
Selain itu, tersedia pula gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram.
Khusus pelaksanaan Pasar Murah di Bojonegoro, pemerintah provinsi juga menyediakan cabai sebagai salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram, sedangkan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa lokasi Pasar Murah dipilih di balai desa atau kantor kelurahan agar mudah dijangkau warga dan tidak mengganggu aktivitas pasar tradisional.
Ia menegaskan bahwa Pasar Murah bukan untuk bersaing dengan pedagang pasar, melainkan sebagai langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan harga.
“Pasar Murah ini bukan pesaing pasar tradisional, tetapi bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga harga tetap stabil,” tegasnya.
Pasar Murah yang digelar Pemprov Jawa Timur bersifat melengkapi program pemerintah kabupaten dan kota. Melalui sinergi tersebut, diharapkan daya beli masyarakat dapat tetap terjaga.
Kegiatan Pasar Murah di Kelurahan Klangon juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Berbagai produk olahan dan jajanan khas daerah turut dipasarkan dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.
Salah satu pelaku UMKM, Kanti Rahayu (60), mengaku bersyukur dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut. "Melalui kegiatan ini, bisa membantu saya untuk menambah penghasilan keluarga," harapnya.
Sementara itu, Ninik (63), warga Kelurahan Klangon, menyampaikan bahwa Pasar Murah sangat membantu kebutuhan rumah tangganya. Dengan membawa uang Rp100.000, ia dapat membeli berbagai kebutuhan pokok sekaligus.
“Dengan uang segitu sudah bisa membeli banyak kebutuhan. Pasar Murah ini sangat membantu,” ujarnya.
Gubernur Khofifah berharap kegiatan Pasar Murah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....