Dinkes Bojonegoro Ajak Masyarakat Mewaspadai Hantavirus Melalui Tikus
- 25 Mei 2026 14:10 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus. Penyakit menular berbasis lingkungan ini bersumber dari hewan pengerat, terutama tikus.
Karena memerlukan penanganan serius dalam hal kebersihan lingkungan. Pemkab Bojonegoro melakukan berbagai langkah edukasi yang terus digencarkan sebagai upaya preventif pemerintah daerah demi melindungi kesehatan masyarakat dari potensi penyebaran penyakit berbahaya tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, Rury Dewi, menjelaskan bahwa virus ini dapat menular melalui berbagai media yang terkontaminasi oleh tikus. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk terus waspada dengan menjaga lingkungan rumah.
"Hantavirus dapat menular ketika urine, kotoran, atau air liur tikus bercampur dengan debu lalu terhirup oleh manusia. Selain itu, penularan juga bisa terjadi jika seseorang memegang benda yang tercemar virus, kemudian menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan," ujarnya, Sabtu 25 Mei 2026.
Mengenai gejalanya, Rury menambahkan bahwa indikasi awal Hantavirus kerap kali mirip dengan flu biasa, yang meliputi demam tinggi dan sakit kepala, nyeri pada otot-otot tubuh, hingga rasa mual hingga muntah. Masyarakat pun diminta tidak meremehkan gejala-gejala tersebut.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, infeksi Hantavirus dapat memburuk dan memicu kondisi klinis yang jauh lebih serius hingga mengancam jiwa. Mengingat eratnya kaitan penyakit ini dengan kondisi sanitasi, Dinkes Bojonegoro mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Selain menjaga sanitasi lingkungan, kami juga meminta masyarakat agar menutup rapat makanan atau wadah makanan agar tidak dijangkau tikus. Selain itu tetap membuang sampah pada tempatnya agar tidak menjadi sarang tikus, dan pakailah Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan sudut-sudut rumah yang kotor," katanya.
Melalui gerakan edukasi yang intensif ini, Pemkab Bojonegoro berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus meningkatkan. Hal itu dilakukan demi memutus mata rantai penularan penyakit dan melindungi kesehatan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....