Dinkes Lamongan Waspadai Leptospirosis di Musim Pancaroba Pasca Banjir

  • 09 Apr 2026 11:48 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Memasuki awal masa pancaroba yang disertai kondisi pasca banjir di sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat terkait potensi peningkatan penyakit menular, khususnya Leptospirosis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Yany Khoirurakhmawati mengatakan perubahan cuaca dan lingkungan yang lembap akibat genangan air menjadi faktor risiko berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

“Selain Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai menurun, saat ini kami memberikan perhatian khusus terhadap Leptospirosis yang berpotensi meningkat di wilayah pasca banjir,” ujarnya, Kamis 9 April 2026

Ia menjelaskan, Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan dari hewan, terutama tikus, ke manusia melalui air atau makanan yang terkontaminasi urine hewan tersebut.

“Penularannya biasanya melalui air atau makanan yang terpapar air kencing tikus. Kami sudah mendeteksi beberapa kasus di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Menurut dr. Yany, penyakit ini tergolong berbahaya karena dapat menyerang organ vital seperti hati (liver) dan berisiko menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.

Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di dalam dan sekitar rumah, guna mencegah berkembangnya hewan pengerat.

“Sanitasi lingkungan adalah kunci utama. Jika rumah bersih, tikus tidak akan bersarang. Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh karena bisa berakibat fatal,” katanya.

Dinkes Lamongan juga terus memperketat pemantauan serta melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pola hidup bersih dan sehat, terutama di tengah perubahan musim yang rawan memicu berbagai penyakit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....