Kasus DBD di Lamongan Turun, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada

  • 08 Apr 2026 13:20 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan mencatat penurunan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di tengah kondisi cuaca pancaroba yang berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus DBD pada bulan ini tercatat sebanyak 96 kasus, turun drastis dari 400 kasus pada periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 kasus telah terkonfirmasi sebagai DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, Yany Khoirurakhmawati menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten di masyarakat.

“Alhamdulillah, jika dibandingkan tahun lalu, tahun 2026 ini terjadi penurunan tajam. Tahun lalu di bulan yang sama ada 400 kasus, sekarang hanya 96 kasus,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.

Namun demikian, Yany menegaskan bahwa langkah pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Menurutnya, pengasapan hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara telur, larva, dan pupa masih dapat bertahan dan berpotensi menimbulkan kasus baru.

“Setelah fogging masih ada kasus, karena telur, larva, dan pupa tidak mati. Jadi yang harus kita lakukan adalah memutus seluruh siklus hidup nyamuk,” jelasnya.

Dinkes Lamongan pun mengimbau masyarakat untuk terus menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, warga juga dianjurkan menggunakan perlindungan tambahan seperti kelambu dan losion anti-nyamuk.

Untuk pengendalian jentik, penggunaan serbuk abate disarankan pada penampungan air bersih. Sementara untuk genangan air kotor, masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami seperti air sirih atau minyak.

“Kalau jentik ada di air bersih, gunakan abate. Sedangkan di air kotor bisa pakai air sirih atau minyak,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....