Dinkes Mulai Tes Kesehatan CJH Lamongan, Prioritaskan Lansia

  • 13 Nov 2025 12:46 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji (CJH) tahun 2026. Pemeriksaan kali ini diprioritaskan bagi kelompok usia lanjut, yang menjadi mayoritas pendaftar haji asal Lamongan tahun ini.

Pantauan di Puskesmas Deket, Kamis (13/11/2025), dimana salah satu lokasi pemeriksaan berlangsung dengan melibatkan sejumlah tenaga medis dari berbagai bidang. Proses ini merupakan bagian penting untuk menentukan status istitha’ah kesehatan atau kemampuan fisik dan mental calon jemaah sebelum diperbolehkan melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Perwakilan Puskesmas Deket Muhammad Nukun menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, EKG (Elektrokardiogram), rontgen, hingga pemeriksaan kejiwaan. “Pemeriksaan hari ini insyaallah dilakukan lengkap. Dimulai dari pemeriksaan fisik, dilanjutkan dengan tes laboratorium darah, kemudian EKG, rontgen, dan juga pemeriksaan jiwa,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar peserta pemeriksaan adalah calon jemaah lanjut usia (lansia). Kelompok ini menjadi perhatian utama mengingat faktor risiko kesehatan yang lebih tinggi. Karena itu, pemeriksaan dilakukan lebih detail untuk memastikan seluruh jemaah benar-benar siap secara medis menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

“Sebagian besar jemaah yang kami periksa adalah usia lanjut. Maka kami prioritaskan pemeriksaan lebih mendalam agar tidak ada masalah saat menjalankan ibadah haji nanti,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan di Puskesmas Deket masih berlangsung dengan rata-rata 80 jemaah per hari. Dari hasil sementara, belum ditemukan kondisi medis yang membatalkan keberangkatan.

Meski demikian, Muhammad Nukun mengingatkan bahwa terdapat sejumlah penyakit kritis yang dapat menggugurkan status istitha’ah kesehatan, sesuai aturan yang berlaku. Di antaranya adalah kanker stadium lanjut dan tuberkulosis (TBC) aktif, yang dinilai berisiko bagi keselamatan jemaah maupun potensi penularan kepada orang lain.

“Kalau di aturan yang sudah baku, memang ada beberapa penyakit yang tidak diperbolehkan, seperti kanker stadium lanjut dan TBC. Itu dilakukan demi keselamatan bersama,” katanya.

Namun, Nukun menekankan bahwa apabila ditemukan indikasi penyakit yang masih bisa ditangani, jemaah tidak langsung dinyatakan batal berangkat. Puskesmas akan terlebih dahulu melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih mendalam.

“Kalau ada hasil pemeriksaan yang butuh tindak lanjut, kita tidak langsung membatalkan. Kita rujuk dulu untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Melalui tahapan pemeriksaan ini, pemerintah daerah berharap seluruh jemaah haji asal Lamongan dapat berangkat dalam kondisi sehat, kuat, dan siap secara fisik maupun mental untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....