Jemaah Haji Tuban Mulai Lakukan Persiapan Menjelang Armuzna
- 15 Mei 2026 17:15 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Plt. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji asal Kabupaten Tuban telah selesai melaksanakan ibadah umrah wajib. Saat ini, para jemaah tengah menjalani rangkaian ibadah sunnah sembari mempersiapkan diri menuju puncak haji.
"Jemaah sudah menyelesaikan umrah wajib. Sekarang agenda mereka adalah melaksanakan umrah sunnah dan kegiatan keagamaan lainnya di Tanah Suci," ujar Abdul Ghofur, Jumat 15 Mei 2026.
Menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), petugas kloter mulai mendistribusikan kartu identitas khusus kepada para jemaah. Kartu ini berfungsi sebagai akses resmi untuk memasuki wilayah Armuzna.
Selain itu, bimbingan teknis (bimtek) intensif juga terus diberikan agar jemaah memahami alur dan tata cara ibadah di lapangan nantinya. "Ini juga menjadi salah satu fokus para petugas, agar para jemaah dapat lebih mudah saat melakukan serangkaian ibadah secara mandiri," tambahnya.
Terkait pelaksanaan Haji Tamattu, hampir mayoritas jemaah asal Tuban telah menuntaskan pembayaran dam (denda/sembelihan) sebagai konsekuensi ibadah tersebut. Pembayaran dilakukan secara kolektif melalui platform resmi Pemerintah Arab Saudi, Adahi, guna memastikan transparansi dan keamanan.
Sementara itu, Ketua Kloter SUB 26 Kabupaten Tuban, Nurul Yaqin Anas, melaporkan bahwa kondisi fisik para jemaah saat ini secara umum terpantau baik dan sehat. Ia pun memohon doa dari keluarga di tanah air agar para jemaah tetap diberikan kekuatan dan kesehatan.
"Kami memohon doa agar jemaah diberikan kesehatan yang paripurna sehingga dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar tanpa hambatan," ujar Anas dari Makkah.
Mengingat suhu udara di Arab Saudi yang sangat ekstrem, petugas memberikan perhatian khusus pada risiko dehidrasi. Terdapat beberapa langkah antisipasi yang dilakukan diantaranya, sosialisasi konsumsi Oralit.
"Berbeda dengan di Indonesia yang umum digunakan untuk diare, di Tanah Suci oralit difungsikan sebagai suplemen mineral untuk mencegah dehidrasi," jelasnya.
Selain itu, jemaah juga diimbau untuk penggunaan alat pelindung saat keluar ruangan. Sebab kata Anas, pantauan suhu di Makkah dilaporkan mencapai 45°C.
"Suhu di sini sangat panas, menyentuh angka 45 derajat. Kami mewajibkan jemaah rutin mengonsumsi air dan obat-obatan pendukung agar kondisi tubuh tetap stabil di tengah cuaca ekstrem," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....