Polres Tuban Ringkus Sindikat Pencuri Kabel Tower

  • 17 Nov 2025 14:33 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Satreskrim Polres Tuban amankan tujuh tersangka dugaan kasus pencurian dengan pemberatan berupa inti tembaga kabel tower milik PT Kairos Inti Daya. Sementara dua tersangka lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono, dalam konferensi pers Senin (17/11/2025), menjelaskan bahwa aksi pencurian tersebut terjadi pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Para pelaku menyasar dua titik tower XL Smart-ZTE yang berada di Desa Bejagung dan Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

BS (35), perwakilan PT Kairos Inti Daya, melaporkan hilangnya kabel tembaga jenis power ukuran 2x10 mm dengan panjang total 1.000 meter. Kabel tersebut ditemukan telah dikupas dan diambil inti tembaganya. Tak hanya itu, perlengkapan kerja teknis seperti laptop, HP, GPS, kompas, alat climbing, APAR, hingga material pendukung milik ZTE juga lenyap dibawa kabur. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Dari hasil penelusuran, polisi berhasil menangkap tujuh orang pelaku. Mereka adalah NA (37) asal Brebes, FF (39) warga Cirebon, JA (35) dari Pesawahan Lampung, serta tiga pelaku asal Kediri yakni AS (20), AV (23), dan MVI (22), serta ES (23) warga Nganjuk.

Seluruhnya diamankan di wilayah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada Sabtu, 15 November 2025. “Ada dua pelaku lain yang sudah kami tetapkan sebagai DPO dan saat ini masih dalam pengejaran,” ujar AKP Bobby.

Dalam operasi tersebut, turut disita sejumlah barang bukti, antara lain tiga tang potong, sepuluh cutter, tambang sepanjang 100 meter, serta satu unit Daihatsu Grand Max bernomor polisi B 1911 PRS yang digunakan para pelaku untuk beraksi.

Para tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. Ia menambahkan, modus operandi para pelaku yakni berpura-pura sebagai pekerja resmi di lokasi tower, kemudian secara bersama-sama mengambil material berharga tersebut.

“Sebagian pelaku berperan sebagai pekerja, sementara lainnya berasal dari eksternal. Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang turut menjadi sasaran kelompok tersebut," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....