Polres Lamongan Tanggung Pemulangan Jasad Korban Kekerasan

  • 22 Okt 2025 17:09 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Polres Lamongan menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah Arif Rahman Hakim, pria asal Pekalongan yang ditemukan tewas dalam posisi meringkuk di parit tepi Jalan Nasional Lamongan–Babat, tepatnya di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi.

Keputusan itu diambil setelah polisi mengetahui keluarga korban tidak memiliki kemampuan finansial untuk menjemput jenazah.

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, mengatakan langkah kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral. “Keluarga sempat pasrah jika jenazah dimakamkan di Lamongan karena keterbatasan biaya. Kami berinisiatif membantu agar korban bisa dimakamkan di kampung halamannya,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Jenazah korban kemudian diberangkatkan dari RSUD dr. Soegiri Lamongan menuju rumah duka di Gembong Selatan, Kedungwuni Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Proses pemulangan mendapat pengawalan langsung dari sejumlah personel kepolisian hingga ke lokasi pemakaman.

Sebelumnya, identitas korban berhasil diungkap setelah dilakukan proses identifikasi forensik oleh tim Inafis Polres Lamongan. Ciri fisik, pakaian, serta barang bawaan korban dicocokkan dengan laporan orang hilang yang masuk dari wilayah Pekalongan.

“Hasil identifikasi forensik dan data pendukung memastikan korban bernama Arif Rahman Hakim, warga Pekalongan,” kata Kapolres. Kepastian itu sekaligus menjawab teka-teki temuan mayat misterius yang sempat menghebohkan warga sekitar Sukodadi.

Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di bagian telinga, mulut, dan kelopak mata ditemukan bekas benturan benda tumpul. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal bukan karena kecelakaan tunggal, melainkan akibat penganiayaan.

“Pemeriksaan forensik menunjukkan adanya trauma akibat benturan benda tumpul. Kami menduga korban mengalami kekerasan fisik sebelum meninggal,” ungkap AKBP Agus Dwi Suryanto.

Polisi kini fokus memburu pelaku di balik kematian tragis tersebut. Tim penyidik tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi yang terakhir berinteraksi dengan korban.

Selain itu, kepolisian juga menelusuri kemungkinan korban memiliki hubungan kerja atau sosial di wilayah Lamongan sebelum ditemukan tewas. Dugaan sementara, korban sempat singgah di beberapa tempat di sepanjang jalur Lamongan–Babat.

Kapolres menegaskan, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar pelaku segera terungkap. “Kami terus bekerja mengumpulkan bukti tambahan. Kasus ini menjadi atensi khusus, dan kami pastikan penanganannya berjalan transparan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....