Polres Lamongan Selesaikan 4 Kasus Penganiayaan Terbaru

  • 16 Mei 2025 15:30 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Polres Lamongan berhasil mengungkap empat kasus penganiayaan selama Operasi Pekat II Semeru, yang digelar selama 14 hari, pada periode 1 hingga 14 Mei 2025. Operasi ini difokuskan untuk menjaga keamanan publik dengan membasmi premanisme serta kejahatan jalanan yang mengganggu kondusifitas ruang publik.

Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suyanto, menjelaskan bahwa sasaran utama operasi ini adalah praktik premanisme dan berbagai bentuk kejahatan yang mengancam kenyamanan masyarakat.

“Dalam operasi ini, kami berhasil mengamankan lima pelaku beserta mengungkap empat kasus penganiayaan yang meresahkan masyarakat,” ujarnya, di Mapolres Lamongan, Jumat (16/5/2025).

Kasus pertama terjadi pada Jumat, 14 April 2025 sekitar pukul 23.30 WIB di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio. Kejadian berawal dari konvoi 200 sepeda motor yang berhenti di kediaman korban. Bentrokan pecah setelah adanya saling pandang antara kelompok pelaku dan korban.

Polisi mengidentifikasi dua pelaku berinisial MR (18) dan AS (23), warga Kecamatan Baureno, Bojonegoro, yang melakukan penganiayaan terhadap dua kakak beradik sekaligus merusak rumah korban.

Kasus kedua terjadi pada Senin, 14 April 2025 pukul 22.00 WIB di sebuah warung kopi di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. DA (21) diamankan polisi sebagai pelaku pengeroyokan yang melibatkan sekitar 10 orang, di mana dua pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Motif pengeroyokan ini diduga berawal dari masalah pribadi pelaku dengan korban.

Kasus ketiga berlangsung di Desa Sumberangung, Kecamatan Sukodadi, pada Minggu, 30 Maret 2025 pukul 02.30 WIB. Pelaku YR (22) menganiaya korban setelah salah paham akibat aksi melambaikan tangan yang dianggap provokatif.

Kasus terakhir terjadi di sebuah angkringan di Kelurahan Sukomulyo, pada Minggu, 17 April 2025 pukul 03.00 WIB. Pelaku bersama sekitar 15 rekannya yang mengenakan kaos perguruan silat terlibat cekcok dengan korban sebelum melakukan pengeroyokan terhadap lima korban sekaligus.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dan melakukan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang, serta menjaga rasa aman di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi premanisme dan segera melapor bila mengetahui adanya indikasi gangguan keamanan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....