Harga Gabah Lamongan Mantap, Bupati Ingatkan Jaga Cadangan Pangan
- 12 Agt 2026 12:44 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Lamongan, mengalami kenaikan yang positif pada musim tanam kedua. Harga gabah kini mencapai Rp8.400 per kilogram, jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kondisi tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi petani karena meningkatkan nilai jual hasil panen. Namun, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengingatkan agar kenaikan harga tidak dimanfaatkan spekulan untuk memainkan pasar yang berpotensi merugikan petani dan masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, tingginya harga gabah harus tetap diikuti dengan pengawasan agar tidak berdampak terhadap stabilitas harga beras dan ketahanan pangan daerah. "Di satu sisi masyarakat tentu senang dengan harga gabah yang tinggi, tetapi kita harus hati-hati agar ini tidak menjadi permainan yang tidak baik bagi masa depan petani. Ini menyangkut keamanan pangan kita ke depan. Jangan sampai harga gabah naik, lalu harga beras ikut naik berlebihan," katanya , Selasa 11 Agustus 2026.
Menurutnya, Pemkab Lamongan telah melakukan koordinasi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengantisipasi potensi permainan harga sekaligus menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga mengimbau petani tidak menjual seluruh hasil panennya. Sebagian gabah diharapkan disimpan sebagai cadangan pangan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai stok pangan di tingkat desa dan kecamatan.
"Di setiap desa atau kecamatan sebenarnya sudah disiapkan lumbung-lumbung pangan guna cadangan. Jadi terus kita imbau agar ketahanan pangan ini dipelihara dan dijaga sendiri oleh masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Lamongan juga mulai memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami gagal panen. Pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman serangan hama dan keterbatasan pasokan air menjelang musim tanam berikutnya.
Sementara itu, kenaikan harga gabah mendapat respons positif dari petani. Aji Istiawan, petani asal Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, mengaku harga Rp8.400 per kilogram cukup memberikan keuntungan bagi petani. "Musim tanam pertama kemarin rata-rata laku di harga Rp7.100 per kilo, musim tanam kedua ini syukur bisa Rp8.400 per kilo. Syukur dengan harga ini petani bisa diuntungkan," kata Aji.
Ia menilai kondisi petani saat ini semakin membaik, terutama karena akses terhadap pupuk lebih mudah dan harga pupuk dinilai lebih terjangkau. "Kami merasa lebih diperhatikan sekarang, terutama pupuk harganya bisa lebih murah dan mudah didapatkan," ucapnya.
Kenaikan harga gabah di tingkat petani diharapkan tetap memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani tanpa mengganggu stabilitas harga beras dan ketahanan pangan masyarakat Lamongan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....