Dukung MBG, Lapas Kelas IIB Lamongan Pasok Selada untuk Mitra SPPG
- 02 Jun 2026 13:23 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan perkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penyediaan komoditas selada hasil budidaya warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, mengatakan bahwa hasil pertanian warga binaan mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mitra SPPG di Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.
"Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada yang dibudidayakan warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG di Lamongan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," ujar Heri, Selasa 2 Juni 2026.
Selain selada, Lapas Lamongan juga mengembangkan berbagai sektor ketahanan pangan lainnya, seperti budidaya ikan patin, padi, serta tanaman hortikultura. Bahkan, pihaknya telah melakukan panen ikan patin sebanyak dua kali di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dimiliki lapas.
Menurut Heri, program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif.
"Kami juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Untuk kebutuhan dapur lapas sendiri, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan," katanya.
Lapas Lamongan saat ini juga tengah mengembangkan budidaya buah melon dan berencana memperluas usaha perikanan melalui pembangunan keramba untuk budidaya ikan lele. Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia sekaligus membuka peluang kerja bagi warga binaan.
Heri mengungkapkan, lahan yang dimiliki Lapas Lamongan masih cukup luas dan berpotensi untuk dikembangkan lebih besar lagi melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Menurutnya, dukungan investasi dan kemitraan sangat dibutuhkan agar hasil produksi dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan pasar, termasuk untuk program MBG.
"Kami siap bekerja sama dengan pihak ketiga. Lahan tersedia dan warga binaan sangat antusias untuk terlibat dalam kegiatan produktif. Harapannya, produksi pertanian bisa semakin besar dan penyalurannya ke SPPG juga meningkat," tuturnya.
Meski demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemasaran hasil panen. Harga komoditas seperti kangkung yang relatif rendah serta kendala pemasaran hasil budidaya ikan menjadi perhatian yang terus dicarikan solusinya.
Mitra SPPG Keduyung, Lamongan, Elan Mahardika menilai sinergi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan bahan baku sekaligus mendukung pemberdayaan warga binaan. Elan mengatakan, pihaknya selama ini terus membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), guna memastikan kebutuhan bahan baku program MBG tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Menurut Elan, kerja sama tersebut berawal dari ketertarikannya setelah melihat berbagai aktivitas budidaya yang dilakukan warga binaan di Lapas Lamongan. Setelah melihat salah satu postingan media sosiak lapas, ia menilai potensi produksi yang dimiliki lapas cukup besar dan mampu mendukung kebutuhan program MBG.
"Saat berkunjung ke sini kami melihat banyak sekali hasil budidaya warga binaan, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Ini menunjukkan bahwa lapas memiliki potensi produksi yang sangat baik dan bisa menjadi mitra strategis bagi kami," kata Elan.
Ia menjelaskan, selada merupakan salah satu komoditas penting dalam penyajian menu MBG karena digunakan sebagai pelengkap dan mempercantik tampilan makanan yang disalurkan kepada sekitar 2300 penerima manfaat.
"Selada menjadi kebutuhan vital bagi kami karena digunakan hampir di setiap porsi makanan yang kami distribusikan. Saat ini kami melayani sekitar 2.300 penerima manfaat sehingga kebutuhan selada cukup besar dan harus tersedia secara rutin," jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sekitar 75 kg selada, SPPG melakukan pengambilan pasokan selada dari Lapas Lamongan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu periode sesuai kebutuhan produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....